kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.835   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.375   97,87   1,56%
  • KOMPAS100 833   11,37   1,38%
  • LQ45 633   7,57   1,21%
  • ISSI 221   4,34   2,00%
  • IDX30 351   3,57   1,03%
  • IDXHIDIV20 434   1,47   0,34%
  • IDX80 95   1,26   1,34%
  • IDXV30 119   0,20   0,17%
  • IDXQ30 112   0,55   0,49%

Bank BPD DIY Targetkan Laba Capai Rp443 Miliar pada 2026


Rabu, 23 September 2026 / 17:34 WIB
Bank BPD DIY Targetkan Laba Capai Rp443 Miliar pada 2026
ILUSTRASI. Bank BPD DIY (Dok/BPD DIY)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank BPD DIY masih optimistis dapat mencapai target laba bersih tahun 2026 sebesar Rp443 miliar, meski menghadapi tekanan dari kenaikan biaya bunga dan melemahnya daya beli masyarakat.

Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah Bank BPD DIY R. Agus Trimurjanto mengatakan, tekanan biaya bunga serta pemupukan atau penambahan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) turut memengaruhi tingkat efisiensi bank.

"Beberapa tekanan seperti kenaikan biaya bunga, dan pemupukan/penambahan CKPN sedikit mempengaruhi BOPO. BOPO kami 74%, sementara target kami 72%," ujar Agus kepada kontan.co.id, Selasa (22/9/2026).

Meski demikian, Agus menyebut pertumbuhan laba Bank BPD DIY masih positif secara tahunan. Perseroan pun berharap target laba hingga akhir tahun tetap dapat tercapai sesuai anggaran.

"Kami tetap optimis bisa tercapai 100%," katanya.

Berdasarkan kinerja hingga Agustus 2026, laba bersih Bank BPD DIY tercatat Rp214,85 miliar, tumbuh 2,47% secara tahunan dari Rp209,66 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Bank BPD DIY Bidik Kredit Konsumer Rp4,91 Triliun hingga Akhir 2026

Namun, pertumbuhan laba tersebut terjadi di tengah kontraksi penyaluran kredit. Kredit Bank BPD DIY turun 6,50% yoy menjadi Rp9,53 triliun dari sebelumnya Rp10,20 triliun.

Dari sisi pendapatan, pendapatan bunga bersih (NII) relatif stagnan. NII tercatat Rp792,17 miliar, sedikit turun dibandingkan Rp793,46 miliar pada Agustus 2025.

Di sisi lain, tekanan pencadangan mulai berkurang. CKPN turun menjadi Rp87,47 miliar dari Rp104 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan berbasis komisi atau fee based income (FBI) meningkat menjadi Rp70,64 miliar dari sekitar Rp66 miliar.

Memasuki semester II 2026, Agus mengakui kondisi ekonomi dan pelemahan daya beli masyarakat masih menjadi tantangan bagi pertumbuhan bisnis perbankan.

"Optimisme tetap harus ada, walaupun kondisi ekonomi yang kurang baik, daya beli turun mengakibatkan pertumbuhan kredit hanya pada kisaran 2%, DPK pada kisaran 3%," jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, Bank BPD DIY memperkirakan pertumbuhan kredit hingga akhir tahun berada di sekitar 2%. Sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) diproyeksikan tumbuh sekitar 3%.

Baca Juga: Dana Pemda di Bank BPD DIY Turun 22,6%, Efisiensi Anggaran Jadi Penyebab

Adapun posisi loan to deposit ratio (LDR) atau rasio kredit terhadap DPK diperkirakan berada pada kisaran 95%-98%.

Meski pertumbuhan kredit dan DPK relatif terbatas, perseroan tetap optimistis target laba yang telah ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) dapat terealisasi.

Untuk menjaga pertumbuhan bisnis, Bank BPD DIY akan memperkuat penghimpunan dana dari segmen ritel. Strategi tersebut dilakukan melalui pengembangan produk tabungan ritel, tabungan sekolah, hingga tabungan haji muda.

Bank BPD DIY juga akan memperkuat peran sebagai mitra transaksi pemerintah daerah. Perseroan menyediakan layanan untuk penerimaan pajak dan retribusi daerah melalui berbagai kanal dan aplikasi.

Sementara dari sisi kredit, fokus diarahkan kepada segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), khususnya yang berkaitan dengan sektor pariwisata, akomodasi dan perdagangan.

Strategi tersebut diharapkan dapat menjaga pertumbuhan bisnis di tengah daya beli masyarakat yang masih menjadi tantangan pada semester II-2026.

Baca Juga: BPD DIY Andalkan UMKM untuk Pacu Kredit Produktif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×