kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.540   10,00   0,06%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Bank BTN Sebut 30% Aplikasi Pengajuan KPR Subsidi Ditolak


Minggu, 07 Mei 2023 / 14:23 WIB
ILUSTRASI. Belakangan banyak kasus penolakan pengajuan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Subsidi dari calon debitur di sektor perbankan.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Belakangan banyak kasus penolakan pengajuan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Subsidi dari calon debitur di sektor perbankan. Penyebab bank menolak pengajuan KPR ini terjadi setelah pengecekan Sistem Layakan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Risk Manajemen PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Setiyo Wibowo mengatakan, setidaknya di Bank BTN tercatat sekitar 20% hingga 30% data aplikasi masuk yang memiliki histori tunggakan kredit, salah satunya adalah akibat tunggakan pinjaman online (pinjol).

Terkait kasus pengajuan KPR Subsidi bagi masyarakat atau calon debitur yang memiliki persoalan terkait lilitan pinjol ini, Setiyo mengatakan perlu adanya kajian per kasus yang bisa di-review.

Baca Juga: OJK Sebut Catatan Tunggakan Pinjol Menghambat Debitur yang Ingin Ajukan KPR

"Tentunya case by case bisa di-review, tapi yang pasti harus diselesaikan dulu tunggakannya. Karena ini menunjukkan karakter dari calon debitur. Kalo karakter pembayarannya buruk tentunya kami akan tolak kreditnya," kata Setiyo kepada Kontan.co.id.

Bank BTN mencatat pertumbuhan pesat KPR sepanjang kuartal pertama 2023. Pertumbuhan KPR mayoritas didorong pertumbuhan KPR subsidi yang tumbuh di atas 10% (YoY). Sedangkan KPR non-subsidi atau KPR berbunga komersial yang sudah mulai bangkit tumbuh lebih dari 5% (YoY).

Bank BTN mengatakan pertumbuhan KPR non subsidi ini di ticket size Rp 300 juta hingga Rp 500 juta, terutama di Jabodetabek dan Surabaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×