kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.971   -42,00   -0,23%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Bank BUMN belum berminat membeli Bank Mutiara


Rabu, 06 Juli 2011 / 10:07 WIB
ILUSTRASI. Sekretaris Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Raden Pardede.


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Sandy Baskoro

JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan empat bank pelat merah belum tertarik membeli 100% saham PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) dengan harga penawaran Rp 6,7 triliun.

"Mereka (bank BUMN) belum membuat kajian. Selama itu bagus, bisa saja akuisisi (Bank Mutiara) dilakukan," kata Parikesit Suprapto, Deputi Bidang Jasa Keuangan Kementerian BUMN, Selasa (5/7) malam.

Parikesit bilang, saat ini Kementerian BUMN dan empat bank pelat merah dengan aset besar belum membicarakan perihal pembelian bank yang sebelumnya bernama Bank Century itu. Keempat bank pemerintah itu adalah Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI dan Bank BTN.

Tapi pengelola bank patut mencermati potensi bisnis bank yang akan diakuisisi. Seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), misalnya, yang telah membeli PT Bank Sinar Harapan Bali, sebagai salah satu cara untuk menggenjot pertumbuhan kredit mikro di daerah-daerah terpencil.

Direktur Utama Bank Mutiara, Maryono, sebelumnya mengungkapkan, bukan hanya investor lokal yang berminat mendekap saham bank berkode BCIC itu, investor asing juga mulai mendekati Bank Mutiara. Sayangnya, pendekatan investor masih sebatas komunikasi.

Yang pasti, semua keputusan ada di tangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai pemegang saham pengendali perwakilan dari pemerintah. LPS saat ini telah membentuk tim khusus yang mengkaji dan menganalisis calon pemilik baru Bank Mutiara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×