kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Bank BUMN jaga rasio kredit di level 90%


Minggu, 26 Juni 2016 / 17:10 WIB
 Bank BUMN jaga rasio kredit di level 90%


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kelompok bank BUMN akan menjaga rasio pinjaman terhadap deposito atau loan to deposit ratio (LDR) di level tengah. Pasalnya, bank harus menjaga kebutuhan likuiditas meskipun permintaan kredit terbatas.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Maryono mengatakan, pihaknya akan melakukan revisi dana pihak ketiga (DPK) di semester II-2016. Perusahaan akan menaikan target DPK menjadi 20% dari target awal sebesar 18%-19%.

Bank yang fokus pada kredit properti ini menaikan pertumbuhan DPK untuk menjaga rasio LDR pada level yang aman. Saat ini, BTN mencatat rasio LDR pada level 100%. “Kami akan menjaga rasio LDR di level 90%,” katanya Kamis (23/6).

Sedangkan, target pertumbuhan kredit tetap sebesar 19%-20% di tahun 2016 karena pertumbuhan pinjaman ini sudah terbilang tinggi. Maryono bilang, kuartal II-2016 masih ada permintaan kredit.

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Achmad Baequni menyampaikan, pihaknya akan menjaga rasio LDR pada level 88%-90%. Nah, level LDR ini dalam batas aman karena BNI tak perlu membayara giro wajib minimum (GWM) primer.

Oleh karena itu, bank berlogo 46 ini tetap menjaga pertumbuhan kredit sebesar 15%-17% dan DPK tumbuh sebesar 14%-16% untuk tahun ini. “Kami tetap mempertahankan rencana bisnis meskipun secara year to date (ytd) rendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×