kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.042.000   -45.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.916   25,00   0,15%
  • IDX 7.362   -27,28   -0,37%
  • KOMPAS100 1.021   -6,48   -0,63%
  • LQ45 751   -1,06   -0,14%
  • ISSI 259   -0,96   -0,37%
  • IDX30 401   1,72   0,43%
  • IDXHIDIV20 497   5,73   1,17%
  • IDX80 115   -0,59   -0,51%
  • IDXV30 134   1,20   0,90%
  • IDXQ30 129   0,61   0,48%

Bank Digital Mulai Buka Layanan Tarik Tunai Lewat ATM Bank Konvensional


Kamis, 12 Maret 2026 / 18:06 WIB
Bank Digital Mulai Buka Layanan Tarik Tunai Lewat ATM Bank Konvensional
ILUSTRASI. ilustrasi perencanaan keuangan (KONTAN/Cheppy A. Muchlis). Bank Aladin Syariah kini gandeng BCA untuk layanan tarik tunai. Ini kemudahan baru yang harus Anda tahu untuk transaksi lebih praktis.


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah bank digital mulai melakukan ekspansi bisnis dengan menyediakan layanan tarik tunai menggunakan mesin ATM milik bank Konvensional. 

Salah satunya adalah Bank Aladin Syariah (Bank Aladin). Presiden Direktur Bank Aladin Syariah Koko Rachmadi menjelaskan, saat ini seluruh nasabah dari bank digitalnya dapat melakukan transaksi tarik tunai melalui mesin ATM PT Bank Central Asia Tbk (BCA). 

"Saat ini, kami baru bekerja sama dengan BCA yang memungkinkan nasabah bisa melakukan tarik tunai tanpa kartu di ATM BCA," kata Koko dalam acara buka bersama Bank Aladin, Rabu (11/3/2026). 

Baca Juga: Nasabah Bank Digital Terus Bertambah, Namun Rasio Pengguna Aktif Masih di Bawah 50%

Koko kemudian menyebut Bank Aladin juga akan membuka kerja sama serupa dengan bank konvensional lain ke depannya. Adapun transaksi tarik tunai Bank Aladin di ATM BCA saat ini dikenakan biaya Rp 5.000 per transaksi.

Layanan tarik tunai diharapkan dapat mempermudah nasabah Bank Aladin. Dengan layanan ini, Koko memproyeksi akan terjadi peningkatan dalam jumlah transaksi Bank Aladin di tahun 2026.

Adapun total transaksi yang dilayani Bank Aladin sepanjang 2025 mencapai sekitar 14 juta per bulan, naik dari 6 juta transaksi per bulan di tahun 2024.

Ekonom Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menyebut langkah bank digital dalam menyediakan layanan tarik tunai sebagai bentuk dari ekspansi bisnis dalam industri perbankan. Menurutnya, ini adalah upaya bank digital untuk memperluas aksesibilitas nasabah.

Myrdal menilai kerja sama yang terjadi antara bank digital dan bank konvensional ini sebenarnya saling menguntungkan satu sama lain. Bank digital dapat memperluas pasarnya, sedangkan bank konvensional dapat terbantu untuk memotong biaya operasional ATM.

Baca Juga: Transaksi Digital Moncer, BRI Perkuat Dana Murah hingga Akhir 2025

"Dengan masuknya bank digital atau bank lain tentunya akan ada join operation cost dalam melakukan maintenance ATM. Ini diharapkan bisa semakin membuat performa dari keuangan bank konvensional itu jadi lebih efisien," kata Myrdal saat dihubungi, Kamis (12/3/2026).

Myrdal juga menilai bila kerja sama ini juga dilakukan oleh bank digital lainnya, maka bisa saja bank konvensional saat ini semakin memperbanyak jumlah mesin ATM miliknya. Hal ini tentu semakin menguntungkan nasabah.

"kita lihat ATM jumlahnya akan bertambah, terutama untuk wilayah-wilayah yang memiliki populasi padat dengan akses yang dalam beberapa tahun terakhir belum tercover," ujarnya.

Dari sisi perbankan konvensional, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Heryn menilai kehadiran ATM masih sangat diperlukan, terutama bagi para nasabah yang memiliki mobilitas tinggi.

Per Desember 2025, BCA memiliki 20.163 mesin ATM yang tersebar di seluruh Indonesia, angka ini naik dari setahun sebelumnya dimana BCA memiliki 19.453 mesin ATM.

Baca Juga: Nasabah Naik Lebih 500.000, BCA Digital Fokus ke Kualitas Nasabah

Ke depannya, Hera menyebut BCA akan menambah jumlah mesin dengan keutaman pada jenis mesin CRM.

"Kami memproyeksikan penggunaan mesin ATM akan terus tumbuh ke depannya selaras dengan pertumbuhan perekonomian Indonesia," kata Hera kepada Kontan, Kamis (12/3)

Di sisi lain, Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Lani Darmawan lebih mengutamakan banknya untuk mengembangkan layanan digital di luar mesin ATM. 

"Terlihat penggunaan atau transaksi di mesin ATM menurun terus sejalan dengan semakin tingginya minat terhadap transaksi digital yg lebih cepat, mudah, efisien bagi nasabah," kata Lani saat dihubungi, Kamis (12/3).

Baca Juga: BTN Catat Pengajuan Kredit Digital Naik 11% YoY pada Januari 2026

Adapun per Desember 2025 lalu, jumlah mesin penarikan dan pengiriman tunai CIMB Niaga berkurang menjadi total 2.786 mesin dari Desember 2024 sebanyak 3.265 mesin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×