kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Bank harus pangkas margin dan biaya operasional


Rabu, 18 Maret 2015 / 17:50 WIB
ILUSTRASI. Manfaat daun jeruk untuk kesehatan.


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Mesti Sinaga

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta bank-bank menekan biaya bunga untuk kredit mikro.

Irwan Lubis, Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan OJK, mengatakan, masih ada ruang bagi perbankan menurunkan bunga kredit melalui pemangkasan biaya, seperti biaya overhead, mengurangi margin, dan premi risiko (risk premium).

Berdasar hasil kajian OJK, bank dapat menekan ketiga komponen biaya itu. Misalnya, bank dapat memangkas premi risiko kepada debitur, karena risiko debitur semakin kecil terbukti dari rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang kenaikannya tidak tinggi.

Bank juga bisa menekan biaya overhead karena bank terus mengembangkan teknologi informasi (IT) sehingga tidak ada alasan besarnya biaya sumber daya manusia dan biaya operasional.

"Kami upayakan bank-bank turunkan bunga kredit," tegas Irwan, Rabu (18/3). Ia menambahkan, OJK masih mengkaji rencana mematok batas atas (capping) bunga kredit mikroOJK memang sedang mendorong perbankan menyalurkan kredit ke segmen mikro.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×