Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) berencana menambah modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak-banyaknya 80 juta saham.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/10/2026), Bank Ina Perdana akan menerbitkan saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham.
Rencana tersebut merupakan tindak lanjut atas perubahan dan/atau tambahan keterbukaan informasi kepada pemegang saham terkait PMTHMETD yang telah dipublikasikan pada 3 Juni 2026.
Dalam pengumumannya, Bank Ina Perdana menyampaikan bahwa pelaksanaan PMTHMETD mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, sebagaimana telah diubah dengan POJK Nomor 14/POJK.04/2019.
Baca Juga: Dapen BTN: Volatilitas Pasar Modal hingga BI Rate Dapat Pengaruhi Kinerja Investasi
Adapun jadwal pelaksanaan PMTHMETD dimulai dengan pemberitahuan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pengumuman rencana pelaksanaan pada 27 Oktober 2026.
Selanjutnya, pembayaran biaya pencatatan saham kepada BEI dijadwalkan pada 2 November 2026. Pelaksanaan PMTHMETD direncanakan pada 3 November 2026, sedangkan pengumuman hasil pelaksanaannya dijadwalkan pada 5 November 2026.
Meski demikian, pengumuman tersebut belum merinci harga pelaksanaan saham baru, calon investor yang akan menyerap saham, maupun total dana yang berpotensi dihimpun dari aksi korporasi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














