Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun PT Bank Tabungan Negara (BTN) yang merupakan penyelenggara Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) menilai pasar modal yang mengalami peningkatan volatilitas dan ditahannya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate di level 5,75% dapat memengaruhi tingkat Return on Investment (RoI).
Direktur Dana Pensiun (Dapen) BTN Palwoto mengatakan volatilitas pasar keuangan menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati dalam pengelolaan investasi hingga akhir tahun. Selain itu, Palwoto menerangkan kebijakan BI dalam menahan BI Rate juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan, mengingat perubahan kondisi suku bunga dapat mempengaruhi imbal hasil instrumen investasi pendapatan tetap.
"Namun, dampaknya pada kinerja investasi akan berbeda-beda tergantung karakteristik dan komposisi portofolio, strategi pengelolaan dan kondisi pasar aktual yang terjadi," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (27/10/2026).
Baca Juga: BCA Perluas Program Sertifikasi Halal Gratis, Sasar UMKM di Daerah
Dengan demikian, Palwoto mengungkapkan pergerakan pasar saham, imbal hasil obligasi, serta dinamika suku bunga dapat memengaruhi kinerja portofolio, baik melalui pendapatan investasi maupun perubahan nilai pasar instrumen.
Oleh karena itu, Palwoto menyebut tantangan utama bagi dana pensiun adalah mengoptimalkan potensi imbal hasil, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, pengendalian risiko, dan kebutuhan likuditas.
Sementara itu, Palwoto menyampaikan kinerja investasi Dana Pensiun BTN, termasuk RoI per Agustus 2026, tercatat positif dan masih sejalan dengan rencana bisnis tahunan maupun roadmap strategi investasi jangka panjang di tengah tingginya ketidakpastian kondisi pasar keuangan. Dia bilang Dana Pensiun BTN senantiasa melakukan evaluasi dan peninjauan terhadap strategi investasi demi mencapai kinerja investasi yang optimal.
Dalam mendorong kinerja RoI, Palwoto menyampaikan Dapen BTN senantiasa melakukan evaluasi dan optimalisasi portofolio investasi, seiring dengan berkembangnya dinamika pasar, perubahan prospek imbal hasil, maupun profil risiko masing-masing instrumen investasi.
"Pengelolaan investasi dilakukan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku, target rencana bisnis, roadmap jangka panjang, maupun penyelarasan kondisi aset dengan kewajiban jangka panjangnya," tuturnya.
Baca Juga: Undisbursed Loan Tinggi, Prospek Kredit Perbankan Masih Tebal
Palwoto mengatakan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang memadai juga menjadi dasar aktivitas investasi Dana Pensiun BTN.
Sebagai informasi, RoI industri dana pensiun mengalami kenaikan per Agustus 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, RoI dana pensiun sempat turun dari sebesar 0,51% per Mei 2026, menjadi sebesar 0,02% per Juni 2026.
Namun, kondisi RoI dana pensiun menunjukkan peningkatan menjadi sebesar 0,95% per Juli 2026. Angkanya kembali meningkat per Agustus 2026 dengan nilai mencapai 2,12%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














