kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Bank Mandiri catat kredit ekspor impor sumbang 10% portofolio bisnis


Kamis, 04 Oktober 2018 / 19:18 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah bank


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk mencatat penyaluran kredit ekspor impor dan bisnis internasional atau letter of credit (L/C) menyumbang sebesar 10% dari portofolio kredit bank secara keseluruhan.

Sebagai gambaran saja, sampai semester I-2018, total penyaluran kredit bank berkode BMRI ini sebesar Rp 762,5 triliun.

“Kredit ekspor impor dan L/C kami menyumbang 10% terhadap total portofolio bisnis,” kata Darmawan Junaidi, Direktur Treasury dan Institutional Banking Bank Mandiri kepada kontan.co.id, Kamis (4/10).

Sementara itu, portofolio kredit Bank Mandiri dalam valas tercatat berada di kisaran 16%-17%. 

Untuk debitur valas, Bank Mandiri mencatat mayoritas pendapatannya dalam bentuk valas sehingga sudah terhedging secara alami.

Selain mengelola debitur valas, Bank Mandiri juga menjaga posisi devisa neto secara konservatif yaitu kurang dari 2%.

Sementara itu, Darmawan bilang, pelemahan rupiah akan berefek pada debitur impor, khususnya bagi importir  yang belum melakukan hedging. Sebab pelemahan rupiah akan menyebabkan biaya produksi meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×