Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) menyebut ada tiga faktor yang menjadi pendorong pertumbuhan kinerja pada 2025.
Presiden Direktur Prudential Syariah Iskandar Ezzahuddin menyebut pendorong pertama adalah ketersediaan produk. Dia bilang pihaknya memiliki produk asuransi yang beragam sehingga bisa mencakup keperluan masyarakat yang membutuhkan perlindungan.
"Kami mempunyai produk yang lengkap dalam industri asuransi syariah, mulai dari kesehatan, penyakit kritis, hingga produk investasi," ungkapnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga: OJK akan Atur Pembatasan Penggunaan Platform BNPL, Pengamat Nilai Sulit Diterapkan
Iskandar menyebut pendorong kedua adalah besarnya kanal distribusi yang dimiliki Prudential Syariah baik kanal keagenan maupun bancassurance. Dia mengatakan perusahaan memiliki agen lebih dari 64.000.
Selain itu, Prudential Syariah juga bermitra dengan bank syariah terbesar di Indonesia, yakni Bank Syariah Indonesia. Jadi, dia bilang kombinasi produk lengkap dan jangkauan distribusi besar juga memengaruhi kinerja perusahaan.
Iskandar menyebut pendorong ketiga adalah kepercayaan dari nasabah. Sebab, asuransi adalah satu produk jangka masa panjang sehingga harus ada kepercayaan dari nasabah yang membelinya. Oleh karena itu, hal tersebut menjadi sangat penting untuk kinerja perusahaan.
"Kami terus mendukung nasabah setiap kali ada masalah dan saat mereka paling membutuhkan kami. Jadi, kombinasi dari ketiga hal tersebut adalah pendorong utama pertumbuhan kinerja kami pada 2025," katanya.
Dari sisi produk, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama mengungkapkan penyumbang pendapatan premi paling tinggi adalah penyakit kritis.
"Jadi, terlihat sekali bahwa kesadaran masyarakat untuk melindungi diri dan keluarganya dari penyakit kritis itu sangat tinggi. Dengan demikian, perolehan premi kami paling besar penyakit kritis," ujarnya.
Baca Juga: DHE SDA Parkir di Himbara, Bank Swasta Atur Ulang Strategi Perputaran Valas
Vivin menambahkan, produk perlindungan untuk asuransi jiwa jangka panjang menjadi penyumbang terbesar kedua. Diikuti, produk perlindungan asuransi kesehatan.
Mengenai jenis produknya, Iskandar mengungkapkan pihaknya berfokus mengembangkan produk perlindungan tradisional dalam dua tahun terakhir. Bukan tanpa alasan, dia bilang produk perlindungan tersebut masih belum tersedia secara banyak, karena industri pada tahun-tahun sebelumnya telah berfokus pada produk unitlink.
"Kami lihat di Indonesia kekurangan produk yang berfokus pada perlindungan. Oleh karena itu, pengembangan produk kami pada 2024 dan 2025 lebih berfokus ke produk perlindungan yang menghadirkan premi lebih terjangkau," tuturnya.
Meski demikian, Iskandar menyebut produk unitlink masih berpotensi diminati masyarakat ke depannya, karena pasarnya masih ada dan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Direktur Prudential Syariah Mandar Hastekar menyampaikan Prudential Syariah memiliki 5 produk unitlink dengan jenis investasi yang beragam. Dia tak memungkiri bahwa volatilitas pasar jadi tantangan, tetapi lewat pengelolaan yang tepat, produk unitlink perusahaan bisa menghasilkan kinerja positif sejauh ini.
"Nasabah memang bisa memilih berdasarkan fund yang diinvestasikan, tetapi performa fund dari unitlink kami masih cukup kuat," ucapnya.
Terkait kinerja, Prudential Syariah mencatatkan total kontribusi bruto Prudential Syariah mencapai Rp 4,2 triliun pada 2025. Nilai itu tumbuh 9%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya.
Baca Juga: Persaingan Fintech Makin Jomplang, Pemain Kecil Tertekan Modal dan Pendanaan
Adapun kontribusi bisnis baru perusahaan mencapai Rp 1 triliun pada 2025. Nilainya tumbuh 31%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya. Disebutkan, Prudential Syariah mendominasi pangsa pasar industri sebesar 22%.
Dari sisi pengelolaan, total aset perusahaan tumbuh 20% secara Year on Year (YoY), menjadi Rp 8 triliun pada 2025. Sementara itu, total aset investasi juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 17% YoY, menjadi Rp 6 triliun pada 2025.
Adapun tingkat solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) Prudential Syariah berada jauh di atas ketentuan regulator, yakni RBC dana perusahaan tercatat sebesar 1.496% dan RBC Dana Tabarru' sebesar 209%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- unitlink syariah
- Bank Syariah Indonesia
- Prudential Syariah
- Produk Asuransi Syariah
- Solvabilitas Asuransi
- Pertumbuhan Asuransi Syariah
- kinerja Prudential Syariah 2025
- asuransi penyakit kritis syariah
- distribusi asuransi syariah
- RBC Prudential Syariah
- kontribusi premi syariah
- asuransi perlindungan tradisional













