Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Rizki Caturini
JAKARTA. Beberapa bankir optimistis pada kuartal IV 2016 dana pencadangan yang dialokasikan bank untuk kredit bermasalah atau Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) bisa turun. Hal ini melihat tren risiko kredit bermasalah (NPL) menjelang akhir kuartal III yang menunjukkan sedikit perbaikan.
Dengan menurunnya CKPN ini maka potensi bank untuk meraih kinerja yang cukup bagus di kuartal IV 2016 akan makin terbuka. Optimisme bankir ini sejalan dengan data rata-rata kenaikan CKPN 10 bank besar yang pada Agustus 2016 sebesar 37,3% yoy. Nilai kenaikan rata-rata CKPN bank pada Agustus 2016 ini tecatat lebih rendah dari posisi Juli 2016 yang mengalami kenaikan rata-rata sebesar 42,03% yoy.
PT Bank Mandiri Tbk sampai Agustus 2016 masih mencatatkan kenaikan CKPN sebesar 36,49% yoy menjadi Rp 26,02 triliun. Namun Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama Bank Mandiri memprediksi, pada kuartal IV 2016, rasio NPL akan melandai.
"Mandiri masih akan melakukan pencadangan pada akhir kuartal 2016. Terutama untuk hapus buku,” ujar Tiko sapaan akrab Kartika, Kamis, (6/10). Sampai September 2016, tercatat, rasio NPL Bank Mandiri tercatat sebesar 3,7%.
PT Bank Central Asia Tbk juga mencatatkan kenaikan CKPN pada Agustus 2016 sebesar 44,74% yoy menjadi Rp 10,4 triliun. Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pada September 2016 diperkirakan akan terjadi tren kenaikan NPL. “Kami terus review debitur yang ada potensi masalah,” ujar Jahja kepada KONTAN, Kamis, (6/10).
Sementara PT Bank OCBC NISP Tbk mencatatkan kenaikan CKPN sebesar 64,43% pada Agustus yoy menjadi Rp 2,59 triliun. “Ini dipengaruhi juga oleh pertumbuhan kredit seta kondisi eksternal,” ujar Parwati kepada KONTAN. NPL bank berkode NISP ini masih dikisaran sebesar 1,5% sampai 2% sampai September 2016.
Mochammad Doddy Arifianto, Kepala Subdivisi Risiko Perekonomian dan Sistem Perbankan LPS juga optimistis pada kuartal IV 2016 sampai kuartal I 2017 NPL akan menurun secara perlahan dikisaran 2% sampai 2,25% dalam kurun waktu 1 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













