kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Bank sambut baik kado investment grade dari S&P


Senin, 22 Mei 2017 / 17:37 WIB


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Industri perbankan menyambut baik peningkatan peringkat kredit Indonesia oleh Standard and Poor's (S&P) menjadi layak investasi alias investment grade. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) misalnya, akan mengoptimalkan manfaat kenaiknya peringkat kredit dari S&P ini untuk mencari pendanaan.  

Direktur Treasury BNI, Panji Irawan mengatakan, saat ini bank berkode emiten BBNI ini tengah mempersiapkan penerbitan surat utang. Meski belum menentukan tanggal penerbitan surat utang, Panji menyebut hal tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. "Akan kami konfirmasi secepatnya terkait pendanaan di pasar modal," ujarnya, Senin (22/5).

Sebagai informasi saja, bank berlogo 46 ini memang berencana untuk mencari tambahan pendanaan melalui berbagai instrumen utang dan pinjaman bilateral dengan total nilai sekitar Rp 10 triliun. Instrumen utang tersebut antara lain, obligasi Rp 5 triliun dan Negotiable Certificate of Deposit (NCD) sebesar Rp 3 triliun dan Rp 2 triliun.

Sebelumnya Panji mengatakan, pihaknya tengah menggodok rencana untuk melakukan penerbitan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) obligasi rupiah senilai Rp 3 triliun tahun ini.

Direktur Utama PT Bank Mayapada Tbk, Haryono Tjahjarijadi mengatakan, dengan negara berkategori investment grade biasanya negara akan lebih mudah mencari pembiayaan dari luar negeri dan biayanya bisa lebih murah. 

"Surat utang yang kami rencanakan terbitkan sub-debt yang masuk dalam hitungan Tier 2 Capital. Di samping itu denominasinya juga dalam rupiah dan yang membeli biasanya institusi dalam negeri," kata Haryono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×