kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Bank syariah belum efisien, BOPO di level 92%


Jumat, 14 Juli 2017 / 20:09 WIB


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat industri perbankan syariah cenderung memperkuat rasio pencadangan terhadap pembiayaan. Hal ini yang menyebabkan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) masih tetap tinggi. 

Tercatat sampai dengan akhir Mei 2017, BOPO bank umum syariah (BUS) masih berada di level 92%. Jika merujuk pada rasio bulan sebelumnya, per April di posisi 92,31%, menunjukkan tidak ada perbaikan besar. 

Meski begitu, jumlah tersebut lebih reda ketimbang akhir Januari 2017 di posisi 95,09%.

BOPO menjadi salah satu indikator efisiensi dana operasional bank. Semakin tinggi BOPO, semakin tidak efektif biaya operasional yang dikeluarkan suatu bank. 

"BOPO dari April ke Mei 2017 kembali turun sedikit. Tapi masih di level 92%, salah satu penyebab masih tinggi karena cadangan," kata Direktur Perbankan Syariah OJK Deden Firmansyah kepada KONTAN, Jumat (14/7).

Lebih lanjut, imbuh Deden, pihaknya optimis rasio tersebut akan menurun seiring dengan meningkatnya pendapatan kumulatif BUS di akhir bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×