kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Bank syariah bisa pakai dana wakaf


Selasa, 29 Januari 2013 / 20:43 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi vaksinasi Covid-19. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) berharap bank syariah bisa memanfaatkan dana wakaf masyarakat untuk menjadi alternatif pendanaan.

"Untuk meningkatkan pembiayaan salah satunya dari dana umat. Bisa zakat, infak, sedekah, dan tentunya dana wakaf yang dikelola badan wakaf yang merupakan dana umat," ucap Direktur Eksekutif Perbankan Syariah BI Edy Setiadi.

Edy menyebut, penggunaan dana wakaf dapat digunakan oleh bank syariah untuk menyebarkan dana dalam bentuk pembiayaan produktif. "Wakaf itu dapat berperan sebagai salah satu pendanaan alternatif yang murah untuk kembangkan umat," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa bila terdapat 10 juta orang di Indonesia menyisihkan wakaf Rp 10 ribu sampai Rp 100 ribu per bulan, dalam setahun bisa terkumpul Rp 5 triliun. "Jadi ada potensi dana wakaf," katanya.

Edy membandingkan dengan Malaysia yang dari 14 juta penduduk muslim bisa mencapai dana wakaf Rp 121 miliar, kemudian 3 juta penduduk muslim Turki bisa mengumpulkan Rp 239 miliar, dan dari 2,7 penduduk muslim di Inggris mampu mendapatkan Rp 31 miliar. "Artinya, ada potensi bagaimana menggerakkan wakaf," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×