kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

BCA memasang target pertumbuhan kredit 7%-8% tahun depan


Senin, 23 Desember 2019 / 06:20 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah Bank BCA di Tangerang Selatan, Jumat (8/11). Setelah ngebut akuisisi dua bank pada tahun ini, Bank Central Asia akan mengonsolidasi bisnis pada tahun depan.


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah ngebut akuisisi dua bank pada tahun ini, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan mengonsolidasi bisnis pada tahun depan. BCA mengakuisisi dua bank yaitu PT Bank Royal Indonesia dan PT Bank Rabobank Internasional Indonesia.

Guna mengakuisisi dua bank tadi, BCA  telah menggelontorkan total Rp 1,38 triliun. BCA mengucurkan dana Rp 988 miliar untuk membeli Bank Royal dan Rp 397 miliar untuk mengempit Rabobank Indonesia.

Tahun depan, BCA juga bakal kembali menggelontorkan tambahan modal Rp 700 miliar kepada Bank Royal. Tambahan modal bertujuan untuk meningkatkan kelas Bank Royal menjadi bank umum kegiatan usaha (BUKU) 2 dan mengubahnya menjadi bank digital.

Baca Juga: Profil Bambang Hartono, owner BCA yang menjadi nasabah BRI

Konsolidasi bisnis ini pun dilakukan seiring dengan prediksi pertumbuhan kredit yang diramal tipis. EVP Sekretariat & Corporate Communication BCA Hera F Haryn menjelaskan rendahnya permintaan kredit jadi alasan BCA cuma membidik pertumbuhan single digit. “Rendahnya permintaan kredit akan jadi tantangan pada 2020. Kami membidik pertumbuhan kredit di kisaran 7%-8%, dan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di kisaran 6%-7%,” kata Hera kepada Kontan.co.id pekan lalu.

Hera menambahkan, BCA kini juga tengah menunggu aksi pemerintah mewaspadai perlambatan ekonomi tahun depan. Jika ada terobosan mumpuni, dia bilang BCA akan bergegas mengambil peluang dan momentum guna meningkatkan kinerja.

Baca Juga: Realisasi Kredit Ekspor Impor, BBNI dan BBCA Berbeda Jalan

Per Oktober 2019, BCA tercatat telah menyalurkan kredit Rp 566,38 triliun dengan pertumbuhan 8,43% (yoy). Sementara DPK telah terhimpun Rp 679,38 triliun dengan pertumbuhan 10,23% (yoy). Sedangkan total aset BCA senilai Rp 886,57 triliun dengan pertumbuhan 11,74% (yoy).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×