kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

BCA mengklaim sudah mengacu pada SIB domestik


Selasa, 07 Januari 2014 / 19:00 WIB
ILUSTRASI. Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam 2nd Development Working Group (DWG) Meeting yang dilaksanakan di Yogyakarta, 23-24 Mei 2022.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA), Jahja Setiatmadja, menegaskan pola manajemen resiko di BCA sudah mengacu pada systematically important bank (SIB) domestik.

Menurut Jahja, BCA sampai saat ini sangat sedikit memiliki anak perusahaan yang beroperasi di luar negeri. Pertimbangan inilah yang membuat BCA tidak mengadopsi global systematically important banks (GSIB).

Terkait kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang hendak memantau 15 bank besar berkategori sistemik, Jahja mengaku BCA belum dihubungi oleh OJK. "OJK belum menghubungi BCA. Kalau saya baca beritanya, sepertinya tidak akan ada pernyataan resmi mana bank sistemik atau bukan," kata Jahja pada KONTAN, Selasa, (7/1).

Sebagaimana diketahui, menurut Deputi Komisioner OJK, Mulya Effendi Siregar, OJK terus mematangkan kriteria SIB. Kelak aturan ini akan difokuskan untuk mengawasi 15 bank besar alias BUKU III (modal inti berkisar Rp 5 triliun-Rp 30 triliun) dan BUKU IV (modal inti diatas Rp 30 triliun).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×