kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

BCA mengklaim sudah mengacu pada SIB domestik


Selasa, 07 Januari 2014 / 19:00 WIB
BCA mengklaim sudah mengacu pada SIB domestik
ILUSTRASI. Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam 2nd Development Working Group (DWG) Meeting yang dilaksanakan di Yogyakarta, 23-24 Mei 2022.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA), Jahja Setiatmadja, menegaskan pola manajemen resiko di BCA sudah mengacu pada systematically important bank (SIB) domestik.

Menurut Jahja, BCA sampai saat ini sangat sedikit memiliki anak perusahaan yang beroperasi di luar negeri. Pertimbangan inilah yang membuat BCA tidak mengadopsi global systematically important banks (GSIB).

Terkait kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang hendak memantau 15 bank besar berkategori sistemik, Jahja mengaku BCA belum dihubungi oleh OJK. "OJK belum menghubungi BCA. Kalau saya baca beritanya, sepertinya tidak akan ada pernyataan resmi mana bank sistemik atau bukan," kata Jahja pada KONTAN, Selasa, (7/1).

Sebagaimana diketahui, menurut Deputi Komisioner OJK, Mulya Effendi Siregar, OJK terus mematangkan kriteria SIB. Kelak aturan ini akan difokuskan untuk mengawasi 15 bank besar alias BUKU III (modal inti berkisar Rp 5 triliun-Rp 30 triliun) dan BUKU IV (modal inti diatas Rp 30 triliun).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×