kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

BCA tak berminat ekspansi ke luar negeri


Rabu, 14 November 2012 / 12:54 WIB
ILUSTRASI. Bank Mandiri menargetkan bisa menjual Rp 1,25 triliun sukuk ritel SR015. Bank Mandiri melakukan beberapa strategi promosi, salah satunya melalui media iklan berbasis online.


Reporter: Anna Suci Perwitasari |

JAKARTA. Tidak seperti perbankan besar lainnya yang sudah mulai masuk ke negara lain di kawasan Asia Tenggara, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengaku belum tertarik mengembangkan bisnisnya ke luar Indonesia. Alasannya karena perusahaan masih ingin fokus memperbesar porsinya di Indonesia yang masih memiliki pasar potensial dan belum digarap sepenuhnya.

"Sementara ini kami belum ada rencana ekspansi regional. Dari data riset kami menunjukkan 38% pasar ASEAN itu ada di Indonesia dan 15 tahun ke depan, bisa sampai 50%. Kalau begitu lebih baik kami konsentrasi di sini," kata Direktur Konsumer BCA Henry Koenaifi saat ditemui di Jakarta, Selasa (13/11).

Apalagi BCA mencatat, mayoritas nasabah masih memfokuskan diri pada pasar dalam negeri. Untuk itu BCA akan lebih memprioritaskan produk yang mendukung keinginan dan bisnis nasabah.

"Kalau nasabah itu sudah mulai ke mana-mana, itu saatnya kami ikut,” akunya. Sementara ini, untuk mendapat akses ke luar negeri, BCA memilih bekerja sama dengan beberapa bank. Contohnya dari Taiwan dan Thailand.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×