kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45909,48   7,81   0.87%
  • EMAS961.000 -1,64%
  • RD.SAHAM 1.17%
  • RD.CAMPURAN 0.57%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Begini rencana bisnis Bank Mandiri di bawah dirut baru


Rabu, 21 Oktober 2020 / 18:42 WIB
Begini rencana bisnis Bank Mandiri di bawah dirut baru
ILUSTRASI. Dirut Bank Mandiri terpilih Darmawan Junaidi (tengah), mantan Plt Dirut Hery Gunardi (kanan) dan Wadirut terpilih Alexandra Askandar

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Darmawan Junaidi resmi diangkat menjadi Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk. Pasca penunjukan tersebut, Darmawan menjelaskan,  pihaknya akan melanjutkan rencana bisnis sesuai dengan peta strategi perusahaan yang telah disusun untuk periode 2020-2024. 

Di bawah nakhoda Darmawan, Bank Mandiri bakal melanjutkan seluruh strategi yang telah ditetapkan untuk tahun ini. "Kami melihat saat ini Bank Mandiri sudah berada di kuartal IV-2020, dan tentu tidak banyak berubah untuk tahun ini," kata dia dalam Video Virutal, Rabu (21/10). 

Dia menegaskan, sesuai dengan bisnis utama perusahaan saat ini pihaknya akan tetap mendorong Bank Mandiri sebagai bank korporasi (wholesale) dengan fokus ke segmen korporasi serta komersial. 

Baca Juga: Rombak pengurus, ini nama-nama baru di jajaran direksi Bank Mandiri

Namun, segmen lain terutama usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) juga tetap akan didorong sebagai pilar kedua rencana bisnis perusahaan. "Akan ada fokus-fokus tertentu yang bisa kita dorong. Apakah kebutuhan pasar domestik atau memang ada potensi lain," jelasnya. 

Sementara dari sisi permodalan, untuk saat ini menurut Darmawan Bank Mandiri masih punya rasio kecukupan modal atawa Capital Adequacy Ratio (CAR) yang cukup kuat di kisaran 18%-19%. 

Walhasil, Bank Mandiri pun belum punya rencana untuk melakukan penambahan modal secara anorganik. Dia juga menyebut kalau seluruh aksi korporasi di sisa tahun ini untuk sementara bakal ditunda. 

Sedangkan di masa pandemi, menurut Darmawan, Bank Mandiri tengah berupaya untuk terus melakukan penjagaan kredit bermasalah lewat implementasi program restrukturisasi terkait Covid-19 sebagaimana tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11 tahun 2020. 

Tapi di luar itu, perbankan pelat merah ini akan didorong untuk lebih efisien sekaligus memperkuat layanan perbankan untuk memenuhi kebutuhan transaksi nasabah. 

Baca Juga: Tak lagi jadi direktur di Bank Mandiri, ini tugas Hery Gunardi di BUMN sekarang

Adapun, dari sisi likuiditas bank berlogo pita emas ini dinilai masih sangat aman dengan rasio Loan to Funding Ratio (LFR) ada di level terendah sepanjang sejarah Bank Mandiri yaitu di kisaran 83%. 

"Mandiri punya kajian tersendiri untuk bisnis dan program dalam menghadapi masa pandemi ini. Kita siapkan likuiditas lebih dari biasanya," pungkas Darmawan. 

 

Selanjutnya: Menanti merger tiga bank syariah pelat merah

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×