kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Berikut Upaya Bank Digital Menggeber Kinerja Kredit di Sisa Tahun 2023


Kamis, 09 November 2023 / 17:55 WIB
Berikut Upaya Bank Digital Menggeber Kinerja Kredit di Sisa Tahun 2023
ILUSTRASI. Sejumlah bank digital mencatatkan pertumbuhan kinerja kredit yang memuaskan di sembilan bulan pertama 2023. /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/18/01/2022.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah bank digital mencatatkan pertumbuhan kinerja kredit yang memuaskan di sembilan bulan pertama 2023. Hal ini menjadi langkah yang baik untuk bank digital melanjutkan momentum ini.

PT Bank Jago Tbk (ARTO) misalnya, yang optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan kredit di sisa tahun 2023 seiring dengan pertumbuhan nasabah baru yang positif.

Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung mengatakan, salah satu upaya untuk melanjutkan pertumbuhan kinerja kredit, Bank Jago akan terus menjalankan strategi yang sudah berjalan saat ini.

"Tentunya strateginya tetap sama dengan yang sudah berjalan saat ini. Saya perkirakan sampai akhir tahun 30% (pertumbuhan kredit)," kata Arief kepada Kontan saat ditemui di Jakarta, Kamis (9/11).

Baca Juga: Bank Jago Rilis Jago Digital Academy, Kembangkan Solusi Talenta Digital Perbankan

Asal tahu saja, dalam persaingan bank digital yang semakin ketat, Bank Jago lebih memilih untuk menargetkan pertumbuhan kredit yang berkualitas ketimbang menggenjot kenaikan tinggi namun mengabaikan faktor risikonya. 

Bank Jago memanfaatkan kerjasama channeling dengan fintech lending untuk menjangkau lebih banyak nasabah konsumer. Hingga saat ini penopang kredit Bank Jago berasal dari segmen kredit konsumer yang mayoritas sebesar 90%.

Per September 2023, Bank Jago telah menyalurkan kredit dan pembiayaan syariah sebesar Rp 10,9 triliun per September 2023, tumbuh 37,3% YoY dari Rp 7,94 triliun pada tahun lalu.

Arief menyebut Bank Jago melakukan penyaluran kredit secara hati-hati dan terukur dengan tetap memperhatikan peluang ekspansi yang ada, sehingga non-performing loan (NPL) gross tetap terjaga di level 1,2% atau di bawah rata-rata industri perbankan yang sebesar 2,5%.

"Kami pikir tahun depan akan tetap positif, memang ada sentimen politik tetapo pada beberapa periode sebelumnya pemilu berjalan kondusif," kata dia.

Sementara itu PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) juga akan mengoptimalkan ekosistem digital dan sinergi BRI Group untuk menunjang pertumbuhan bisnis kredit di sisa akhir tahun 2023.

Segmentasi penyaluran kredit digital Bank Raya akan digenjot melalui berbagai produk pinjaman digital yang dimiliki Bank Raya, seperti Pinang Performa, Pinang Maksima, dan Pinang Dana Talangan yang fokus pada segmen mikro dan kecil, Pinang Flexi pada segmen konsumer, serta Pinang Connect yang fokus pada penyaluran melalui partnership.

"Di tahun depan Bank Raya memproyeksikan penyaluran kredit digital tumbuh secara konsisten," kata Ida Bagus Ketut Subagia, Direktur Utama Bank Raya kepada Kontan, Kamis (9/11).

Dia menyebut hal tersebut ditunjang dengan produk digital Bank Raya yang sudah lengkap dari sisi simpanan dan pinjaman, optimalisasi strategi Online to Offline melalui Community Branch Bank Raya, Agen BRILink serta seluruh partner ekosistem digital.

Adapun penyaluran kredit Bank Raya di sembilan bulan pertama 2023 tercatat sebesar  Rp5,62 triliun, jumlah tersebut menyusut 32,86% YoY. Namun Bagus menyebut kinerja bisnis digital mengalami peningkatan, yaitu tumbuh sebesar 45,3% YoY pada OS digital lending menjadi sebesar Rp 943,5 miliar per September 2023.

Baca Juga: Bank Raya Resmikan Logo dan Hadirkan Saku Bisnis untuk Pelaku Usaha

Di sisi lain, bank digital PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) akan tetap waspada  terhadap dinamika perekonomian yang berkembang dan suku bunga yang tinggi. 

Presiden Direktur Bank Amar Vishal Tulsian mengatakan pihaknya siap beradaptasi dengan perubahan suku bunga dan tetap konsisten mengutamakan pemilihan debitur yang sehat untuk mempertahankan rasio non-performing loan (NPL) di bawah ambang maksimum yang ditetapkan oleh regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Komitmen kami pada perkembangan teknologi dan upaya pemasaran akan memastikan aktivitas bisnis perusahaan tetap terakselerasi," kata dia.

Ke depannya, Bank Amar akan tetap berdedikasi untuk terus menyediakan solusi keuangan digital yang inovatif serta menjalankan penyaluran pinjaman yang prudent.

Bank Amar sendiri berkomitmen untuk mendukung sektor individu dan UMKM, terutama bagi masyarakat yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan.

Tercatat Bank Amar menyalurkan kredit sebesar Rp2,26 triliun selama sembilan bulan pertama 2023, atau tumbuh 15,42% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp 1,96 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×