kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

BI berniat naikkan GWM primer


Kamis, 02 September 2010 / 19:37 WIB


Reporter: Ruisa Khoiriyah | Editor: Test Test

JAKARTA. Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI), Jumat (3/9), akan mengadakan rapat bulanan penentuan suku bunga acuan alias BI Rate. Nah, selain membahas dan kemudian memutuskan besar suku bunga acuan untuk satu bulan ke depan, BI juga bakal merapatkan putusan paket kebijakan Giro Wajib Minimum berdasarkan Loan to Deposit Ratio (GWM - LDR).

Gubernur BI Darmin Nasution menuturkan, BI tidak hanya akan meluncurkan finalisasi kebijakan GWM/LDR, namun akan membundelnya dengan kebijakan lain yang ditujukan untuk menyedot kelebihan likuiditas di sistem keuangan. "Akan ada hal lain yang kami siapkan, nanti akan kami umumkan bersama dengan GWM - LDR," kata Darmin.

Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad menambahkan, "Intinya (kebijakan lain) itu untuk mengurangi ekses likuiditas," imbuhnya.

Menurut informasi yang didapat KONTAN, kebijakan untuk pengurangan ekses likuiditas itu adalah penaikan banderol GWM yang selama ini dipatok 5% dari total Dana Pihak Ketiga. Berapa besar kenaikannya, baru nanti akan diputuskan dalam RDG besok. Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono tidak membantah hal ini. Cuma, dia masih enggan mengungkap bagaimana putusannya. "Tunggu rapat besok saja, ya," ujarnya kepada KONTAN, Kamis malam (2/9).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×