kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BI mau relaksasi likuiditas, ini kata Bank Mandiri


Rabu, 04 Oktober 2017 / 21:23 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID. JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk menanggapi rencana Bank Indonesia (BI) yang akan melakukan relaksasi rasio likuiditas. Nantinya, rasio likuiditas bank akan dinamakan FFR atau financing to funding ratio.

Rasio baru likuditas ini akan dikeluarkan BI dalam waktu dekat. Harapannya, nanti obligasi korporasi yang selama ini dibeli bank bisa masuk dalam komponen financing atau pembiayaan.

Rohan Hafas, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri bilang implementasi kebijakan FFR oleh BI akan memberikan insentig bagi bank untuk melakukan diversifikasi potofolio aset.

"Obligasi bisa menjadi aset subtitusi ketika terjadi perlambatan pertumbuhan kredit," kata Rohan dalam keterangan tertulis, Rabu (4/10).

Trend kepemilikan surat berharga Bank Mandiri ke depan menurut Rohan akan disesuaikan dengan strategi sektoral.

Untuk pengelolaan likuiditas baik Rupiah maupun valas, Bank Mandiri mengaku akan menjaga likuiditas pada level yang aman sehingga dapat selalu memenuhi kebutuhan nasabah.

Sampai Agustus 2017 penempatan dana Bank Mandiri di surat berharga mencapai Rp 117,7 triliun atau naik 1,73% secara tahunan atau year on year (yoy).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×