Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatat perbaikan biaya kredit atau cost of credit (CoC) pada kuartal I-2026. BTN membukukan CoC sebesar 0,9%, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1,1%.
Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, mengatakan penurunan CoC terutama didorong oleh membaiknya kualitas portofolio kredit BTN.
Menurutnya, hal itu tercermin dari flow rate kredit yang lebih terkendali, perbaikan proses underwriting, hingga efektivitas strategi collection dan recovery yang terus diperkuat.
“Di sisi lain, BTN juga semakin selektif dalam pertumbuhan kredit baru, sehingga risiko pembentukan kredit bermasalah baru dapat dimitigasi lebih awal,” ujar Setiyo kepada Kontan.co.id, Rabu (6/5/2026).
Baca Juga: Direksi Bank Mandiri Tambah Kepemilikan Saham BMRI, Segini Harga Transaksinya
Ke depan, BTN menargetkan cost of credit tetap berada pada level sehat dan prudent. Sepanjang 2026, perseroan membidik CoC di kisaran 1,0%–1,2% dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi makroekonomi dan kualitas portofolio kredit.
Setiyo menjelaskan, biaya provisi akan tetap dikelola secara hati-hati, tidak hanya untuk menjaga profitabilitas, tetapi juga memastikan kecukupan pencadangan bank.
BTN juga menegaskan komitmennya menjaga rasio pencadangan kredit bermasalah atau NPL coverage pada level memadai. Perseroan akan meningkatkan coverage secara terukur dan selektif sesuai kebutuhan pencadangan, profil risiko portofolio, serta perkembangan kualitas aset.
“Prinsipnya, BTN ingin menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kinerja dan ketahanan neraca,” jelasnya.
Untuk menjaga kualitas aset tetap sehat, BTN mengandalkan sejumlah strategi mitigasi risiko. Perseroan memperkuat risk acceptance criteria, menyempurnakan credit scoring, memanfaatkan data analytics dan early warning system, hingga memperketat monitoring terhadap sektor dan debitur berisiko.
Baca Juga: OJK Susun Rancangan POJK tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Modal Ventura
Selain itu, BTN juga terus memperkuat penyelesaian kredit bermasalah melalui strategi collection, recovery, restrukturisasi selektif, serta asset sales.
“Dengan pendekatan tersebut, kami berharap tren perbaikan kualitas aset dapat berlanjut, sehingga cost of credit tetap terkendali dan mendukung kinerja BTN secara berkelanjutan,” tutup Setiyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













