Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit yang solid pada tiga bulan pertama tahun ini.
Kendati begitu, seiring pergeseran fokus bisnis, kredit di sektor konstruksi terpantau mulai berkurang porsinya.
Menengok materi presentasi perusahaan, hingga Maret 2026 BTN mencatatkan total outstanding kredit sebesar Rp 400,6 triliun, tumbuh 10,3% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Berdasarkan segmentasinya, sektor korporasi mencatatkan pertumbuhan paling masif dengan catatan outstanding kredit Rp 48 triliun, naik 51,9% yoy.
Baca Juga: Transaksi Kartu Kredit Bank Permata Tumbuh Positif pada Kuartal I-2026
Menyusul kredit konsumsi tumbuh 14,4% yoy menjadi Rp 8,5 triliun dan kredit komersial tumbuh 12,3% yoy menjadi Rp 9,1 triliun.
Kendati begitu, secara komposisi kredit pemilikan rumah (KPR) masih mendominasi dengan nilai outstanding Rp 306,1 triliun, tumbuh 6,8% yoy.
Di sisi lain, kredit konstruksi menjadi satu-satunya yang dicatat merah dengan nilai outstanding Rp 14,7 triliun, terkontraksi 9,3% yoy. Dalam materi disebutkan, tren ini sejalan dengan penataan ulang (reprofiling) portofolio bank di sektor ini.
“Bank kini fokus pada rumah tapak dan proyek perumahan bertingkat tinggi pilihan,” demikian tertulis, dikutip Senin (20/4/2026).
Dari sisi kualitasnya, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di sektor ini juga terpantau naik menjadi 17,4% dari posisi 14,5% pada periode yang sama tahun lalu.
Padahal, secara keseluruhan rasio NPL bank berhasil ditekan turun menjadi 3,1% dari 3,3% pada tahun lalu, didorong penurunan NPL KPR menjadi 2,8% dari 3%,
Baca Juga: Bank Tabungan Negara (BBTN) Ajukan Tambahan Penempatan Dana SAL
Namun memang, tak cuman sektor konstruksi, kredit di sektor lain juga cenderung mencatatkan kenaikan rasio NPL.
Yang mana, rasio NPL kredit konsumer naik menjadi 1,3% dari 1,1%, kredit komersial naik menjadi 4,6% dari 4,4%, dan kredit korporasi naik menjadi 0,1% dari 0,0%.
Untuk diketahui, hingga akhir tahun nanti BTN menargetkan rasio NPL bisa ditekan ke bawah 3% dan kredit tumbuh di rentang 8%–10%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













