Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.393
  • EMAS666.000 0,60%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Bisnis pengangkutan terimbas penundaan aturan asuransi nasional

Kamis, 02 Agustus 2018 / 14:59 WIB

Bisnis pengangkutan terimbas penundaan aturan asuransi nasional
ILUSTRASI. Adira Finance Rambah Dunia Digital

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Adira Dinamika atau Adira Insurance memproyeksikan bisnis asuransi pengangkutan tumbuh dobel digit tahun ini.

Tren positif itu disokong oleh Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 48 tahun 2018 tentang Ketentuan Penggunaan Angkutan Laut dan Asuransi Nasional untuk Ekspor dan Impor Barang Tertentu yang akan diberlakukan awal Agustus. Namun, realisasi itu batal karena Kementerian Perdagangan menunda aturan ini sampai enam bulan ke depan.


Direktur Utama Adira Insurance Julian Noor menyayangkan keputusan itu, karena aturan tersebut bisa menjadi peluang bagi asuransi nasional meningkat, terutama dalam menjamin risiko pengangkutan ekspor minyak kelapa sawit (CPO) dan batubara.

“Pasti ada pengaruhnya pada bisnis asuransi pengangkutan, peraturan yang bisa menjadi peluang bisnis pengangkutan naik lebih banyak justru menghilang,” kata Julian kepada Kontan.co.id, Rabu(1/8).

Meski demikian, penundaan aturan ini belum berpengaruh signifikan bagi bisnis asuransi pengakutan perusahaan. Alasannya, Adira Insurance tidak memperhitungkan target tahun ini dengan pemberlakukan Permendag ini.

Saat ini Adira Insurance lebih banyak menjamin asuransi pengakutan untuk tujuan domestik, seperti pengiriman barang-barang yang menggunakan jasa JNE.

Di sisi lain, realisasi Permendag ini masih menghadapi sejumlah kendala, karena pelaksanaan aturan ini memerlukan kerja sama dengan pihak ketiga yang ada di luar negeri ketika terjadi musibah atau kerugian di sana.

Selain itu, perlu dukungan perusahaan reasuransi untuk menangguh nilai pertanggunggan yang jumlah besar, atau menggunakan skema penyebaran risiko atau spreading risk.

Tidak hanya itu, importir masih punya posisi kuat untuk menentukan perusahaan asuransi mana yang digunakan karena sistem yang dipakai free on board (FOB). Suatu sistem perdagangan internasional, dimana pembeli luar yang menanggung biaya pengakutan dan menangung risiko pengakutan melalui perusahaan asuransi.

“Pembeli dari luar negeri memiliki hak untuk mengatur pengakutan termasuk asuransinya. Ini berkaitan dengan posisi tawar antara pembeli dan penjual juga,” tutupnya.


Reporter: Ferrika Sari
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0554 || diagnostic_web = 0.4148

Close [X]
×