kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.692.000   -2.000   -0,12%
  • USD/IDR 16.455   -90,00   -0,55%
  • IDX 6.485   -120,73   -1,83%
  • KOMPAS100 947   -17,38   -1,80%
  • LQ45 731   -16,06   -2,15%
  • ISSI 204   -1,87   -0,91%
  • IDX30 378   -10,17   -2,62%
  • IDXHIDIV20 460   -10,54   -2,24%
  • IDX80 107   -1,84   -1,69%
  • IDXV30 113   -1,14   -1,00%
  • IDXQ30 124   -3,16   -2,48%

BNI Memacu Literasi Keuangan Generasi Z


Kamis, 27 Februari 2025 / 23:20 WIB
BNI Memacu Literasi Keuangan Generasi Z
ILUSTRASI. Fitur Life Goals di aplikasi wondr by BNI untuk mulai menabung.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Negara Indonesia (BNI) berkomitmen untuk mendorong literasi keuangan di Indonesia. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan dukungan terhadap program inklusi keuangan yang dicanangkan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 65,43% dan indeks inklusi keuangan sebesar 75,02%. 

Tahun 2025, OJK menargetkan indeks inklusi keuangan nasional sebesar 98%, sebagai bagian dari visi Generasi Emas 2045. Sedangkan literasi keuangan ditargetkan mencapai 90%.

Peran perbankan sangat diperlukan untuk bisa mencapai target tersebut. Untuk itu, BNI mnegambil bagian untuk mendorong literasi keuangan lewat berbagai program dan kegiatan. 

Terbaru, bank pelat merah ini memberikan literasi keuangan kepada para mahasiswa lewat diskusi bertajuk “Cerdas Mengatur Keuangan untuk Gen Z” pada 25 Februari 2025 yang dihadiri 100 mahasiswa dari 28 universitas dan Perguruan Tinggi di Indonesia.

Baca Juga: Transaksi Digital BNI Saat Ramadan dan Lebaran 2025 Diprediksi Tumbuh 20%

SEVP Wealth Management BNI Steven Suryana mengatakan, Generasi Z merupakan generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 dan tumbuh di era internet dan teknologi digital. 

Seharusnya tingkat literasi keuangan Gen Z bisa lebih baik dari generasi di atasnya.  “Namun, tantangan yang seringkali dihadapi oleh generasi ini adalah kebiasaan serba instan, termasuk dalam berinvestasi,” kata Steven dalam keterangannya, Kamis (27/2).

Oleh karena itu, Steven mengingatkan agar para Gen Z tidak berinvestasi hanya  karena FOMO (Fear of Missing Out). Tetapi, harus telebih dahulu mempelajari instrumen investasi sebelum memutuskan mulai berinvestasi.

Dia menjelaskan bahwa fundamental bagi Gen Z dalam berinvestasia dalah mengetahui dan memahami apa investasi, tujuan, serta risiko dan keuntungannya dalam jangka panjang. Menurutnya, Gen Z perlu mengetahui profil risiko sebelum memutuskan untuk memilih jenis instrumen investasi.

“Dalam memulai investasi tidak selalu harus dengan nominal yang tinggi. Bagi Gen Z yang ingin memulai investasi, bisa memilih instrumen investasi yang rendah risiko seperti reksa dana pasar uang,” katanya.

Baca Juga: Dirut BNI Bantah Isu Penarikan Dana Terkait Danantara

Dia menambahakan, BNI saat ini memberikan kemudahan berinvestasi lewat aplikasi wondr by BNI. Hanya dengan Rp 100.000 sudah sudah bisa membeli reksadana.

”Penarikan dananya pun cukup mudah, untuk reksa dana pasar uang, hanya membutuhkan waktu dua hari kerja, sementara reksa dana saham memerlukan waktu empat hingga tujuah hari kerja,” ujar dia.

Steven mengatakan, aplikasi wondr by BNI tidak hanya memberikan solusi keuangan, namun juga melayani kebutuhan nasabah. “Melalui fitur wondr Insight yang ada di wondr, Gen Z bisa melakukan perancanaan keuangan secara lebih teratur dan mengetahui transaksi keuangan lebih detil.” pungkasnya. 

Selanjutnya: Wall Street Bergolak Kamis (27/2): Nvidia Berbalik Turun, Data Ekonomi AS Tampak Lesu

Menarik Dibaca: Harga Bitcoin Jatuh, Robert Kiyosaki Justru Tersenyum dan Beli Lebih Banyak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×