kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 16.818   19,00   0,11%
  • IDX 8.925   -19,34   -0,22%
  • KOMPAS100 1.227   -4,69   -0,38%
  • LQ45 868   -3,70   -0,43%
  • ISSI 323   -0,54   -0,17%
  • IDX30 440   -3,19   -0,72%
  • IDXHIDIV20 519   -1,77   -0,34%
  • IDX80 137   -0,51   -0,37%
  • IDXV30 144   -0,52   -0,36%
  • IDXQ30 141   -1,08   -0,76%

BNI mematok pertumbuhan KPR tahun ini 30%


Kamis, 28 Maret 2013 / 14:49 WIB
BNI mematok pertumbuhan KPR tahun ini 30%
ILUSTRASI. Laba bersih emiten rokok merosot meski pendapatan naik. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/20/06/2019


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa |

JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menargetkan, penyaluran Kredit Perumahan Rakyat (KPR) bisa tumbuh 30% sepanjang 2013.

"Target kami cukup agresif," terang Direktur Konsumer dan Ritel BNI, Darmadi Sutanto, Kamis (28/3).

Tahun lalu, kredit perumahan yang disalurkan BNI yaitu Rp 25,3 triliun. Lalu tahun ini Darmadi berharap KPR yang disalurkan BNI mampu mencapai Rp 32,8 triliun.

Untuk itu, BNI akan menyasar rumah untuk kelas menengah dengan harga rumah Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar. "Karena segmentasi itu lebih stabil," sebut Darmadi.

Selain itu, BNI juga akan membatasi pembiayaan apartemen dan ruko. Dikatakan Darmadi, porsi apartemen tidak boleh lebih dari 15% dari portfolio. Lalu, dalam 1 gedung apartemen tidak akan disalurkan lebih dari 30% kredit.

Dilanjutkannya, BNI tidak khawatir terjadi bubble perumahan. Namun ka lebih mengkhawatirkan kondisi ekonomi global. "Bila terjadi perlambatan ekonomi, penghasilan menurun, suku bunga naik. Khawatir jika mereka tidak bisa bayar cicilan," ujar Darmadi.

Jika nasabah sudah kesulitan membayar, bukan tak lain bank akan mendulang lonjakan kredit macet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×