kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

BNI mematok pertumbuhan KPR tahun ini 30%


Kamis, 28 Maret 2013 / 14:49 WIB
ILUSTRASI. Laba bersih emiten rokok merosot meski pendapatan naik. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/20/06/2019


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa |

JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menargetkan, penyaluran Kredit Perumahan Rakyat (KPR) bisa tumbuh 30% sepanjang 2013.

"Target kami cukup agresif," terang Direktur Konsumer dan Ritel BNI, Darmadi Sutanto, Kamis (28/3).

Tahun lalu, kredit perumahan yang disalurkan BNI yaitu Rp 25,3 triliun. Lalu tahun ini Darmadi berharap KPR yang disalurkan BNI mampu mencapai Rp 32,8 triliun.

Untuk itu, BNI akan menyasar rumah untuk kelas menengah dengan harga rumah Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar. "Karena segmentasi itu lebih stabil," sebut Darmadi.

Selain itu, BNI juga akan membatasi pembiayaan apartemen dan ruko. Dikatakan Darmadi, porsi apartemen tidak boleh lebih dari 15% dari portfolio. Lalu, dalam 1 gedung apartemen tidak akan disalurkan lebih dari 30% kredit.

Dilanjutkannya, BNI tidak khawatir terjadi bubble perumahan. Namun ka lebih mengkhawatirkan kondisi ekonomi global. "Bila terjadi perlambatan ekonomi, penghasilan menurun, suku bunga naik. Khawatir jika mereka tidak bisa bayar cicilan," ujar Darmadi.

Jika nasabah sudah kesulitan membayar, bukan tak lain bank akan mendulang lonjakan kredit macet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×