Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Strategi bisnis bank digital mulai bergeser. Tidak hanya mengandalkan penghimpunan dana melalui tabungan dan investasi, bank digital kini juga berupaya meningkatkan frekuensi transaksi nasabah melalui berbagai layanan pembayaran.
Perubahan pendekatan tersebut terlihat dari strategi PT Bank SMBC Indonesia Tbk melalui layanan digital Jenius.
Jika sebelumnya program promosi PUNDI Jenius lebih erat dengan aktivitas menabung dan investasi, kini bank tersebut mengaitkan programnya dengan transaksi sehari-hari.
Baca Juga: Bank Digital Adu Strategi Demi Memacu Pertumbuhan Kredit di Sisa Tahun 2026
Retail Banking Digital Platform & Innovation Head SMBC Indonesia Febri Rusli mengatakan, perubahan mekanisme tersebut merupakan pengembangan dari program PUNDI Jenius pada periode sebelumnya.
"Jika sebelumnya kesempatan mengikuti PUNDI Jenius lebih erat dengan menabung dan investasi, tahun ini kami menghadirkan PUNDI Jenius melalui transaksi sehari-hari," kata Febri dalam keterangannya Selasa (3/11/2026).
Melalui pendekatan terbaru ini, nasabah bisa memperoleh kupon undian dari sejumlah aktivitas transaksi.
Jenis transaksi yang masuk dalam program tersebut mencakup pembayaran menggunakan QRIS, top up e-wallet, transaksi kartu debit dalam rupiah maupun mata uang asing, pembayaran tagihan, serta transaksi QRIS di Family Mart.
Perubahan strategi ini memperlihatkan upaya SMBC Indonesia memperluas pemanfaatan layanan digitalnya. Aktivitas transaksi harian menjadi salah satu cara untuk mendorong nasabah lebih sering menggunakan aplikasi perbankan, tidak hanya ketika menyimpan dana atau melakukan investasi.
Baca Juga: Bank Digital Ubah Strategi Kredit, Kini Lebih Selektif Demi Jaga Kualitas
Program PUNDI Jenius berlangsung mulai 26 Oktober 2026 hingga 31 Januari 2027.
Selain itu, SMBC Indonesia pada semester I 2026 ini mencatatkan laba bersih setelah pajak konsolidasi sebesar Rp 1,4 triliun, tumbuh 40,3% secara tahunan (yoy).
Sementara itu, laba bersih secara bank only mencapai Rp 1,066 triliun atau meningkat 86% yoy. Pertumbuhan laba konsolidasi tersebut termasuk kontribusi dari pengalihan portofolio kredit pensiun tahap pertama kepada PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit konsolidasi SMBC Indonesia mencapai Rp185,3 triliun per akhir Juni 2026.
Baca Juga: Begini Strategi Bank Digital dalam Menjaga NPL
Pertumbuhan ditopang kredit korporasi dan komersial yang naik 12,8% yoy, kredit segmen digital savvy melalui Jenius sebesar 9,9% yoy, serta pembiayaan BTPN Syariah yang tumbuh 8,7% yoy.
Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/11/03/181712326/genjot-transaksi-harian-jenius-gelar-program-berhadiah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














