kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

BPD cari tambahan modal dari Pemda


Sabtu, 25 September 2010 / 08:10 WIB


Reporter: Andri Indradie | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Permodalan bank tak hanya menjadi masalah perbankan lokal, melainkan juga perbankan secara global. Hal ini juga menjadi salah satu fokus Bank Pembangunan Daerah (BPD) ke depan.

Ketua Asosiasi BPD Seluruh Indonesia (Asbanda) Winny Erwindia mengatakan, untuk itu BPD terus melakukan upaya dalam rangka memenuhi kecukupan modal mereka.

Salah satunya adalah upaya mendapatkan modal dari Pemerintah Daerah (Pemda) selaku pemegang saham. "Belum lama kami sudah menemui Menteri Dalam Negeri dan Alhamdulillah ada solusi mengenai hal ini," katanya.

Maklum saja, selama ini BPD agak kesulitan memperoleh tambahan modal dari Pemda lantaran hambatan kebijakan alias peraturan yang berbelit-belit. "Untuk mendapatkan modal, harus ada penerbitan Perda (Peraturan Daerah) baru meskipun sudah ada Perda APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah)," imbuh Winny.

Seharusnya, lanjut Winny, bagus jika bisa mencontoh Kalimantan Tengah atau Kalimantan Selatan yang cukup mengeluarkan satu Perda untuk 10 tahun berkaitan dengan rencana penambahan modal BPD. Alhasil, pengajuan modal BPD ke Pemda pun tak lagi ada halangan kebijakan yang justru menghambat.

"Namun, ini tergantung sejauh mana BPD meyakinkan tak hanya gubernur, melainkan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) di tempatnya bahwa penambahan modal sangat penting bagi pengembangan bisnis ke depan," tegas Winny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×