kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

BPR Danamas Perkuat Layanan UMKM Lewat Inovasi


Sabtu, 20 Juni 2026 / 18:47 WIB
BPR Danamas Perkuat Layanan UMKM Lewat Inovasi
ILUSTRASI. Deposito BPR (BPR/BPR )


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BPR Danamas terus memperkuat langkah inovatif dalam memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM sebagai bagian dari strategi menghadapi dinamika kebutuhan pembiayaan dan ketatnya persaingan industri BPR.

Di tengah tantangan transformasi digital, perubahan perilaku nasabah, dan tekanan kompetisi lembaga keuangan lain, perseroan fokus mengembangkan layanan yang lebih mudah dijangkau pelaku UMKM. Inovasi diarahkan untuk mempercepat proses pembiayaan, meningkatkan fleksibilitas produk kredit, serta memperluas jangkauan layanan ke sektor usaha produktif di berbagai wilayah.

Direktur Utama BPR Danamas Lisnur menyampaikan perseroan menjalankan transformasi berkelanjutan, mencakup digitalisasi produk, penguatan manajemen risiko, serta peningkatan infrastruktur teknologi dan kapasitas sumber daya manusia (SDM). “Transformasi tersebut merupakan fondasi utama perusahaan,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Lisnur menambahkan, tantangan digitalisasi dan penguatan tata kelola di era disruptif menjadi fokus utama untuk menjaga stabilitas industri BPR. Modernisasi sistem core banking dinilai semakin mendesak di tengah ketidakpastian ekonomi dan kompetisi teknologi.

Baca Juga: Aset BPR dan BPRS Tumbuh 3,7% per Maret 2026, OJK Dorong Penguatan Lewat Konsolidasi

Sejalan dengan langkah tersebut, BPR Danamas masuk jajaran Top 100 BPR 2026 versi The Finance untuk kategori BPR beraset di atas Rp5 miliar hingga di bawah Rp35 miliar.

Per September 2025, aset BPR yang sudah berdiri sejar tahun 1989 ini tercatat sebesar Rp26,07 miliar, naik dari Rp17,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara outstanding kredit mencapai Rp14,9 miliar.

Direktur Kepatuhan BPR Danamas Imam Mulasri mengatakan, penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat serta mendukung program pemerintah, khususnya pengembangan UMKM melalui layanan digital yang lebih mudah diakses. 

Industri BPR

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri BPR dan BPR Syariah masih membukukan pertumbuhan positif di tengah tantangan ekonomi dan persaingan yang semakin ketat di sektor jasa keuangan. 

Hingga Maret 2026, total aset industri BPR dan BPRS tercatat mencapai Rp 236,69 triliun atau tumbuh 3,70% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, penyaluran kredit dan pembiayaan tumbuh 2,83% yoy menjadi Rp 176,96 triliun. Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) industri BPR dan BPRS meningkat 3,16% yoy menjadi Rp 165,49 triliun. 

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, dinamika ekonomi global dan regional serta perkembangan teknologi keuangan menjadi tantangan yang harus dihadapi industri BPR dan BPRS. 

Baca Juga: Yield SBN Meningkat, Persaingan Dana BPR Kian Ketat

Ia menambahkan, OJK telah menerbitkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR dan BPRS 2024-2027 sebagai acuan bagi pelaku industri dalam memperkuat daya tahan dan daya saing usaha. 

"Melalui penguatan struktur dan daya saing, BPR dan BPRS diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan kegiatan usahanya ke depan, mengantisipasi dampak gejolak perekonomian, serta meningkatkan daya saing industri dalam menjalankan fungsi intermediasinya kepada masyarakat dan sektor UMKM," ujar Dian dalam keterangan resmi, Selasa (2/6/2026). 

Dari sisi permodalan, ketahanan industri juga dinilai masih terjaga. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) agregat industri BPR dan BPRS tercatat sebesar 27,20%, jauh di atas ketentuan minimum regulator. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×