kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 16.970   0,00   0,00%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

BRI: Harga minyak turun, debitur kami untung


Senin, 09 Maret 2020 / 18:00 WIB
ILUSTRASI. Mesin ATM Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Jakarta.


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo dalam kesempatan serupa menambahkan strategi perseroan untuk makin fokus menyalurkan kredit ke segmen mikro akan jadi tumpuan perseroan menghadapi beragam tekanan tadi.

“Tahun ini target kredit kami tetap 10%, karena portofolio kami di mikro sebenarnya tahun lalu tumbuh 15%, sementara korporasi akan kami salurkan lebih selektif dengan target 5%. Kalau dirata-rata masih bisa mencapai 10%,” kata Haru.

Baca Juga: Analis: Perang harga membuat tren bearish menyelimuti minyak

BRI juga telah mulai memitigasi eksposur kreditnya terkait dampak Covid-19 dengan melakukan stress test. Hasilnya, diakui Haru tak berdampak besar, masih berada di kisaran 2,8% hingga 3%.

Sayangnya, ia mengaku di awal tahun ini rasio kredit macet perseroan memang kembali terkerek naik dibandingkan akhir tahun lalu di level 2,62%. “NPL kita saat ini di kisaran 2,82%,” sambungnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×