kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

BRI tak pandang perusahaan fintech sebagai ancaman


Rabu, 11 Juli 2018 / 11:58 WIB
BRI tak pandang perusahaan fintech sebagai ancaman
ILUSTRASI. Kartu Uang Elektronik Brizzi Bank BRI


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PwC Indonesia merilis riset mengenai digital banking di Indonesia 2018. Dalam riset ini disebut bahwa ada beberapa perusahaan teknologi yang dipandang sebagai kompetitor bank di Indonesia.

Dalam riset ini disebut ada 10 perusahaan teknologi yang dipandang sebagai ancaman bankir. Dari 10 perusahaan ini, 5 perusahaan berasal dari Indonesia.

Dari 10 perusahaan teknologi ini, bankir paling mengkawatirkan Gojek sebagai penantang utama kedepan yaitu sebesar 72%. Setelah itu, Alibaba yang dikawatirkan sebanyak 62% bankir.

Indra Utoyo, Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BRI bilang tidak melihat perusahaan rintisan tersebut sebagai ancaman.

"Tetapi kami melihat startup bisa menjadi partner yang dapat membantu meningkatkan akselerasi inklusi finansial di Indonesia," kata Indra kepada Kontan.co.id, Selasa (10/7).

Menurut Indra, saat ini, BRI fokus dalam hal platform infrastruktur pembayaran dan menjadi enabler startup. Hal ini memungkinkan perusahaan rintisan tersebut masuk menjadi penengah dan platfom di tengah nasabah dan startup.

Saat ini BRI juga terus mempelajari interaksi antara nasabah dan startup untuk menciptakan layanan bank secara lebih kontekstual.

Secara umum, memang ada beberapa bank yang melihat Gojek, Grab, Tokepedia sebagai ancaman. Karena saat ini startup tersebut sudah mengusai ekosistem digital.

Pengguna menggunakan layanan startup tersebut setiap hari karena penggunaan yang mudah sehingga tingkat adopsi produk startup tersebut juga relatif tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×