kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

BRI targetkan kredit modal kerja tumbuh 5% tahun ini


Minggu, 12 Juli 2020 / 22:04 WIB
BRI targetkan kredit modal kerja tumbuh 5% tahun ini
ILUSTRASI. Pedagang keliling melakukan transksi keuangan di salah satu agen laku pandai di Kebayoran Lama Jakarta, Selasa (17/3). Dengan adanya agen laku pandai menjadi salah satu alternatif nasabah melakukan transaksi keuangan yang lebih ringkas dan salah satu anti


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memandang prospek kredit modal kerja (KMK) sampai akhir tahun akan positif sejalan dengan relaksasi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan mulai pulihnya aktivitas perekonomian.

Dengan adaya program pemerintah seperti penjaminan kredit modal kerja dan penempatan uang negara pada Bank Himbara dinilai akan mengakselerasi pertumbuhan kredit dalam rangka pemulihan ekonomi.

"Kami menargetkan KMK sampai akhir tahun tumbuh 5% sejalan dengan total target kredit BRI tahun ini," kata Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan BRI pada Kontan.co.id, Jumat (12/7) kemarin.

Baca Juga: Market cap Bank BRI (BBRI) sudah bertambah Rp 115,95 triliun dalam dua bulan

Untuk mengejar pertumbuhan itu, BRI akan fokus pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama segmen mikro di sektor-sektor yang tidak terlalu terdampak Covid-19.

Haru melihat, sektor yang memiliki potensi besar untuk penyaluran KMK saat ini adalah sektor pertanian dan peternakan, perdagangan sembako, distribusi pangan, farmasi dan alat kesehatan, serta jasa logistik.

Per Mei, total outstanding kredit modal kerja BRI tercatat sebesar Rp 435,9 triliun atau tumbuh sekitar 3,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Year on Year/YoY) yang ditopang oleh sektor pertanian dan perdagangan bahan pangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×