Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Landainya tren pertumbuhan kredit pada penghujung kuartal ketiga tahun ini turut tercermin di produk buy now pay later (BNPL) perbankan. Meski, kinerjanya masih berhasil mencetak pertumbuhan double digit.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berdasarkan data pada sistem layanan informasi keuangan (SLIK), mencatat produk paylater perbankan berhasil mencetak kinerja positif dengan pertumbuhan baki debet kredit mencapai 26,68% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan 0,27% secara bulanan (month-to-month/mtm) menjadi Rp 31,5 triliun per September 2026.
Pada dasarnya, capaian tersebut melambat dari pertumbuhan 29,1% yoy pada bulan sebelumnya.
Secara umum, porsi produk kredit paylater perbankan setara 0,34% dari total baki kredit perbankan.
Dari sisi basis pengguna, jumlah rekening paylater juga menunjukkan tren peningkatan. Hingga September 2026, jumlah rekening tercatat sebanyak 34,5 juta, naik dibandingkan posisi Agustus 2026 yang mencapai 34 juta rekening.
Baca Juga: Pertumbuhan Paylater Perbankan Tetap Double Digit, Capai Rp 31,41 Triliun
Hal ini mencerminkan semakin luasnya adopsi layanan paylater di kalangan masyarakat. Pada dasarnya, pertumbuhan positif paylater perbankan berjalan seiring dengan kinerja kredit perbankan secara keseluruhan.
OJK mencatat kredit perbankan tumbuh 13,26% yoy menjadi Rp 9.245 triliun pada periode yang sama, juga melambat dari pertumbuhan 13,65% yoy pada bulan sebelumnya.
Seiring dengan ekspansi kredit tersebut, kualitas aset perbankan juga terpantau teraga. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) mengalami penurunan, dengan NPL gross menjadi 2,07% dari 2,11% pada bulan sebelumnya. Pun, NPL net tetap terjaga di level rendah 0,82%, dari posisi 0,84% pada bulan sebelumnya.
Baca Juga: Paylater Perbankan Kian Subur, Tumbuh 29,1% per Agustus 2026
Dari sisi likuiditas, industri perbankan nasional juga berada dalam kondisi yang memadai. Dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh 8,22% yoy menjadi Rp 10.492 triliun atau melambat dari pertumbuhan 10,94% yoy pada bulan sebelumnya.
Namun, berbagai indikator likuiditas memastikan likuiditas terjaga. Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) naik menjadi 105,7% dari 102,3% pada bulan sebelumnya, pun rasio alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) menjadi 24,08% dari sebelumnya 23%.
Baca Juga: Paylater Perbankan Tumbuh 37,72%, Jauh Lampaui Laju Kredit Konsumsi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
