kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

Bank Sahabat Sampoerna Optimistis Kinerja Semester II Membaik, Simak Strateginya


Selasa, 07 Juli 2026 / 17:10 WIB
Bank Sahabat Sampoerna Optimistis Kinerja Semester II Membaik, Simak Strateginya
ILUSTRASI. Laba bersih Bank Sampoerna melonjak 17,68% per Mei 2026. Simak bagaimana strategi digital dan kolaborasi mendorong pertumbuhan (Dok/Bank Sampoerna)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Sahabat Sampoerna tetap optimistis mampu menjaga pertumbuhan bisnis hingga akhir 2026 meski perekonomian masih dibayangi berbagai tantangan. 

Direktur Keuangan dan Perencanaan Bisnis Bank Sahabat Sampoerna Henky Suryaputra mengatakan, kinerja perseroan sepanjang semester I-2026 masih sejalan dengan target yang telah ditetapkan.

"Sepanjang semester I berjalan, kinerja Bank Sampoerna tetap solid dan konsisten dengan tren positif di lima bulan pertama," ujar Henky kepada Kontan.co.id, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, salah satu pendorong utama kinerja perseroan adalah transformasi digital yang dipadukan dengan kolaborasi bersama berbagai mitra, seperti perusahaan teknologi finansial (fintech) dan koperasi.

Baca Juga: CNAF Terbitkan Obligasi Rp 200 Miliar dan Sukuk Rp 900 Miliar pada Semester I-2026

Strategi tersebut dinilai efektif memperluas penyaluran kredit kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang hingga kini masih mencatatkan permintaan pembiayaan yang kuat.

"Transformasi digital dan kolaborasi ekosistem, seperti dengan fintech dan koperasi, efektif memperluas penyaluran kredit ke sektor UMKM yang permintaannya masih cukup kuat di tengah dinamika makroekonomi," katanya.

Henky mengakui, ketidakpastian ekonomi global masih menjadi tantangan bagi industri perbankan. Kendati demikian, Bank Sahabat Sampoerna tetap optimistis memasuki semester II-2026 dan menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) maupun kredit tetap terjaga hingga akhir tahun.

Untuk memastikan target tersebut tercapai, perseroan secara berkala melakukan stress testing serta mengevaluasi kembali asumsi dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) agar tetap realistis dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

"RBB selalu kami tinjau kembali melalui stress testing agar target yang ditetapkan tetap realistis sekaligus pruden," ujarnya.

Henky menjelaskan, terdapat tiga strategi utama yang akan dijalankan Bank Sahabat Sampoerna untuk menjaga pertumbuhan bisnis. Pertama, memperluas kemitraan strategis melalui kolaborasi digital guna menjangkau lebih banyak pelaku UMKM secara efisien.

Kedua, memperkuat manajemen risiko dengan meningkatkan kualitas penyaluran kredit dan penyempurnaan sistem credit scoring agar rasio kredit bermasalah (non-performing loan atau NPL) tetap terkendali.

Baca Juga: OJK Ingatkan Penarikan Dana SAL Harus Dilakukan Terukur

Ketiga, meningkatkan porsi dana murah (current account saving account atau CASA) melalui penguatan layanan digital, termasuk aplikasi Sampoerna Mobile Banking, sehingga biaya dana (cost of fund) dapat tetap terjaga.

Dari sisi kinerja, hingga Mei 2026 Bank Sahabat Sampoerna membukukan laba bersih sebesar Rp 11,86 miliar, tumbuh 17,68% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 10,08 miliar.

Di sisi intermediasi, penyaluran kredit tercatat sebesar Rp 10,93 triliun, turun 5,38% YoY. Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) masih mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,63% YoY menjadi Rp 13,05 triliun.

Henky optimistis, strategi digitalisasi dan kolaborasi yang terus diperkuat akan menjadi modal bagi perseroan untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis hingga akhir tahun, sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di tengah dinamika ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×