kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

BUKU 4 jadi biang keladi melonjaknya undisbursed loan


Jumat, 06 Desember 2019 / 06:00 WIB
BUKU 4 jadi biang keladi melonjaknya undisbursed loan

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah kondisi landainya pertumbuhan kredit menjelang akhir tahun, catatan kredit menganggur alias undisbursed loan di perbankan juga ikut meningkat.

Dari catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per September nilai kredit menganggur mencapai Rp 1.609,62 triliun, meningkat 5,09% (yoy) dibandingkan September 2018 senilai Rp 1.531,97 triliun.

Bank umum kegiatan usaha (BUKU) 4 jadi satu-satunya biang keladi yang bikin nilai undisbursed loan meningkat. Per September 2019, nilai kredit mengaggur BUKU 4 mencapai Rp 697,81 triliun, tumbuh 13,22% (yoy). Sedangkan di kelas BUKU 1 hingga BUKU 3 justru mencatat penurunan.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga ikut mengalami peningkatan serupa. Executive Vice President Secretariat & Communication BCA Hera F Harryn menjelasksan peningkatan tersebut sejatinya terjadi karena sejumlah fasilitas kredit baru yang diberikan perseroan.

“Ada kenaikan undisbursed loan sebesar 4% (yoy) menjadi Rp 256 triliun pada Oktober 2019. Namun kenaikan tersebut disebabkan pemberian fasilitas kredit baru,” katanya kepada Kontan.co.id, Kamis (5/12).

Ia menambahkan, meski meningkat sejatinya rasio kredit menganggur perseroan terhadap total kredit sedikit membaik dari 32% pada Oktober 2018 menjadi 31% pada Oktober 2019.

Sementara hingga Oktober 2019, secara individual nilai penyaluran kredit bank swasta terbesar di tanah air ini telah mencapai Rp 566,38 triliun dengan pertumbuhan 8,43% (yoy). “Hingga akhir tahun rasio undisbursed loan kami akan stabil,” lanjut Hera.

Adapula PT Bank Danamon Tbk (BDMN) yang merupakan BUKU 4 paling anyar juga mencatatkan kenaikan kredit mengaggurnya. Dari laporan keuangan per Oktober 2019 nilai undisbursed loan perseroan secara individual mencapai Rp 43,59 triliun atau setara 42,39% dari total kredit Rp 103,84 triliun.

Nilai tersebut juga meningkat 21,08% (yoy) dibandingkan nilai kredit menganggur pada Oktober 2018 sebesar Rp 36,00 triliun atau setara 37,5% dari total kredit perseroan kala itu senilai Rp 95,86 triliun.

“Kami akan terus mendorong nasabah agar segera mempergunakan fasilitas kreditnya agar undisbursed loan kami juga bisa turun. Sejauh ini tanggapan debitur juga positif,” kata Direktur Kredit Bank Danamon Dadi Budiana kepada Kontan.co.id.




TERBARU

Close [X]
×