kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -35.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Bunga Deposito Bank Digital Masih Tinggi, tetapi Ruang Naik Kian Terbatas


Jumat, 24 Juli 2026 / 18:12 WIB
Bunga Deposito Bank Digital Masih Tinggi, tetapi Ruang Naik Kian Terbatas
ILUSTRASI. Karyawan menghitung uang rupiah di Bank Mandiri, Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Aura Putri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank digital masih mengandalkan bunga deposito tinggi untuk menarik dana nasabah, bahkan ada yang menawarkan imbal hasil hingga 8% per tahun.

Namun, strategi tersebut diperkirakan tidak akan berlangsung lama karena bank mulai menyesuaikan kebijakan pendanaan dengan kondisi likuiditas, biaya dana, serta arah suku bunga yang lebih tinggi.

Head of Research and Product Development Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai bunga deposito bank digital masih akan bertahan di level kompetitif hingga akhir 2026, meski ruang untuk menawarkan bunga tinggi semakin terbatas.

"Ruang menawarkan bunga deposito yang sangat tinggi akan semakin menyempit," ujarnya kepada Kontan, Jumat (24/7/2026).

Baca Juga: Update Bunga Deposito Bank Digital per Mei 2026: Tertinggi Capai 9%

Menurut Trioksa, meski BI Rate sudah berada di level 5,75%, sejumlah bank digital masih memasang bunga deposito tinggi untuk memperkuat penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).

Namun, seiring membaiknya likuiditas perbankan dan pertumbuhan DPK, kebutuhan memberikan bunga yang sangat agresif diperkirakan akan berkurang.

Ia memperkirakan bunga deposito bank digital hingga akhir 2026 akan berada di kisaran 4,5%–6,5% per tahun. Adapun bunga 7%–8% kemungkinan hanya diberikan dalam bentuk program promosi untuk tenor, nominal simpanan, atau segmen nasabah tertentu.

Di sisi lain, bank digital mulai mengatur ulang strategi penghimpunan dana agar tidak semata mengandalkan perang bunga. 

Digital Strategy Head Allo Bank, Destya D. Pradityo, mengatakan kebijakan bunga deposito akan dikelola secara dinamis dengan mempertimbangkan perkembangan makroekonomi, arah suku bunga, persaingan industri, pertumbuhan DPK, hingga kebutuhan penyaluran kredit.

Baca Juga: BI Rate Naik, Bank Digital Kompak Tahan Bunga Deposito, Bahkan Ada yang Turun

Mulai 10 Juli 2026, Allo Bank telah menaikkan bunga deposito sebesar 50 basis poin (bps) untuk tenor 3, 6, dan 12 bulan. Saat ini bunga dasar deposito berada di kisaran 5,5%–6% per tahun.

Selain itu, Allo Bank masih menawarkan bunga hingga 8% per tahun melalui kombinasi bunga dasar dan bonus dengan syarat tertentu. Program promosi tersebut berlaku hingga 31 Juli 2026.

Meski demikian, Destya menegaskan strategi pendanaan Allo Bank tidak hanya bertumpu pada bunga deposito.

Perseroan juga memperkuat penghimpunan dana murah (CASA) melalui peningkatan transaksi digital, keterlibatan nasabah, serta perluasan kolaborasi dalam ekosistem bisnis.

Strategi serupa juga diterapkan PT Krom Bank Indonesia Tbk. Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan mengatakan perseroan masih mempertahankan bunga deposito yang kompetitif sebagai bagian dari pengelolaan dana yang prudent, sembari terus melakukan evaluasi terhadap kondisi pasar.

Baca Juga: Bank Digital Bidik Gen Z, Tak Lagi Sekadar Andalkan Tabungan

Menurutnya, penetapan bunga deposito mempertimbangkan berbagai faktor, seperti suku bunga acuan, inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta kebutuhan likuiditas bank.

Di saat yang sama, Krom Bank tetap berfokus memperkuat likuiditas dan meningkatkan porsi dana murah guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Saat ini Krom Bank menawarkan bunga deposito sebesar 6,5%–8% per tahun melalui produk Krom Flex dan Krom Max.

Bunga tertinggi 8% diberikan untuk produk Krom Max dengan tenor 12 bulan, sedangkan Krom Flex menawarkan bunga hingga 7,5% untuk tenor yang sama.

Sementara itu, Bank Jago menawarkan bunga deposito berkisar 5%–6,25% per tahun, bergantung pada nominal penempatan dan tenor. Nasabah dengan simpanan Rp1 miliar atau lebih dapat memperoleh bunga 6,25% untuk seluruh pilihan tenor.

Baca Juga: Bunga Deposito Bank Digital Tetap Tinggi

Adapun Bank Neo Commerce (BNC) menawarkan bunga deposito 4,75%–7,25% per tahun. Bunga tertinggi 7,25% diberikan untuk tenor 6 dan 12 bulan, sementara bunga untuk beberapa tenor tertentu masih merupakan program promosi yang berlaku hingga 31 Juli 2026.

Ke depan, Trioksa menilai persaingan bank digital akan bergeser dari perang bunga menuju penguatan layanan, inovasi produk, dan pengembangan ekosistem digital untuk menjaga loyalitas nasabah sekaligus menciptakan sumber pendanaan yang lebih berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×