kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bunga deposito valas dan rupiah kompak naik


Jumat, 20 Juli 2018 / 06:25 WIB

Bunga deposito valas dan rupiah kompak naik
ILUSTRASI. Ilustrasi Bunga Deposito


Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) telah mengerek suku bunga deposito bank. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menghitung, rata-rata bunga deposito rupiah bank pada akhir Juni 2018 naik 6 basis poin (bps) dari bulan sebelumnya menjadi 5,48%. Sementara, tingkat bunga deposito valuta asing (valas) juga terpantau naik sekitar 3 bps hingga 10 bps, terutama pada bunga rata-rata dan maksimum ke level 1%.

Bank Central Asia (BCA) menjadi salah satu bank yang sudah menaikkan suku deposito. Jan Hendra, Sekretaris Perusahaan BCA mengatakan, per 2 Juli 2018, BCA telah melakukan penyesuaian suku bunga deposito dollar AS sebesar 0,25% sampai 0,5%.


Dengan kenaikan tersebut, suku bunga deposito dollar AS berada pada kisaran 0,95% hingga 1,25% untuk berbagai tenor. Sementara suku bunga deposito rupiah telah meningkat dalam beberapa tahap sejak April 2018. Sampai bulan Juli 2018 total kenaikan bunga deposito rupiah sebesar 0,75% sehingga suku bunga deposito rupiah berada pada kisaran 4,75%–5,25% untuk berbagai tenor. "Khusus di bulan Juli 2018 kenaikannya adalah 0,25%," ujar Jan.

Kenaikan bunga deposito ini seiring dengan peningkatan fed funds rate dan juga kenaikan suku bunga penjaminan lembaga penjamin simpanan (LPS).

Bank OCBC NISP juga sudah menaikkan deposito valas mengikuti pasar. Berdasarkan pusat data KONTAN, deposito dollar di bank ini berkisar 1,2%-1,4% dengan berbagai tenor. Adapun deposito rupiah di kisaran 5,7% sampai 5,9% per 19 Juli 2018.

Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC NISP mengatakan, saat ini total deposito valas di kisaran Rp 30 triliun-Rp 35 triliun. "Kami harapkan dapat tumbuh di kisaran 10% ke depan," ujar Parwati.

Bank Mandiri tak ketinggalan menaikkan bunga deposito dollar AS maupun rupiah. Pada semester I 2018 tercatat deposito valas Bank Mandiri tumbuh 25,5% secara year on year (yoy) menjadi Rp 31,4 triliun. Sementara kenaikan deposito rupiah yang hanya tumbuh tipis 2,9% yoy pada paruh pertama 2018 menjadi Rp 252,8 triliun.

Direktur Tresuri dan International Banking Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mengungkapkan, kenaikan deposito valas karena Bank Mandiri masih membutuhkan valas untuk pembiayaan. Di samping itu, dari sisi suku bunga deposito valas dalam beberapa bulan terakhir memang mengalami peningkatan.

Sekadar catatan, suku bunga deposito dollar AS di Bank Mandiri berkisar 0,7% untuk tenor satu tahun hingga 1,3% untuk tenor 1 bulan. suku bunga deposito dollar AS di Bank Mandiri berkisar 0,7% untuk tenor 1 tahun hingga 1,3% untuk tenor 1 bulan. Adapun bunga deposito rupiah di kisaran 4,1% untuk tenor satu bulan hingga 6,5% untuk tenor 3 bulan.

Darmawan menilai, dalam kondisi suku bunga acuan AS yang sedang naik memang banyak nasabah yang menaruh dananya di deposito valas. Namun, penempatan tersebut tergantung profil masing-masing nasabah. "Kalau nasabah banyak transaksi internasional pasti punya simpanan valas, seperti para eksportir kelapa sawit, batubara atau energi," ujarnya.

Jan Hendra menambahkan, penempatan dana dalam bentuk valas atau rupiah memiliki karakteristik masing-masing. Jika deposito dalam valas, tentunya akan ada risiko nilai tukar. Perbedaan lain hanya dari sisi tingkat suku bunga yang ditawarkan bank. Sementara biaya administrasi relatif sama.


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang, Maizal Walfajri
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan


Close [X]
×