kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Bunga KUR bakal turun lagi di tahun depan, ini kata bankir


Selasa, 12 November 2019 / 20:13 WIB
ILUSTRASI. Pekerja menyelesaikan pembuatan kerajinan anyaman rotan di desa Tegal wangi, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (30/10/2019). Pemerintah memutuskan menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 6% mulai tahun depan dari sebelumnya 7%. ANTARA FOTO/Dedhez


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

Sama seperti BRI, penyaluran KUR Bank Mandiri ke sektor produksi masih belum mencapai target pemerintah. Capaiannya baru Rp10,09 triliun atau sebesar 50,14%. Zedo bilang, pihaknya akan terus berupaya untuk bisa menyalurkan KUR ke sektor produksi sebesar 60% hingga akhir tahun.

Bank Mandiri melihat prospek penyaluran KUR masih sangat besar mengingat masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan akses pembiayaan. Tahun depan, bank ini mengajukan kuota KUR sebesar Rp 30 triliun.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) juga menyambut positif penurunan bunga KUR dan peningkatan plafon tahun depan. Perseroan melihat KUR masih prospektif sebagai motor penggerak kredit kecil. Oleh karena itu, BNI telah mengusulkan alokasi target penyaluran KUR pada 2020 naik sekitar 40% dari Rp 16 triliun tahun ini.

Baca Juga: Plafon KUR bertambah, Mentan harap penyaluran KUR sektor pertanian terkerek

Sampai dengan Oktober 2019, BNI telah berhasil menyalurkan seluruh kuota KUR yang didapat yakni Rp 16 triliun. BNI kemudian meminta tambahan kuota sebanyak Rp 2 triliun lagi sehingga target tahun ini menjadi Rp 18 triliun.

Walaupun melakukan penambahan kuota, namun penyaluran KUR BNI ke sektor produksi juga belum mencapai target, baru mencapai 55%. " Kami optimis bisa mencapai 60% sesuai dorongan pemerintah. Itu dilakukan dengan strategi antara lain pembiayaan secara klastering, pembiayaan supply chain financing serta pengembangan digitalisasi proses yang bekerjasama dengan start up sektor pertanian, dan sebagianya," jelas GM Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI Bambang Setyatmojo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×