kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Cadangan kredit bermasalah meningkat, rasio BOPO BTN naik


Selasa, 06 November 2018 / 18:58 WIB
ILUSTRASI. Suasana di Menara BTN


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rasio efisiensi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sampai kuartal III 2018 mengalami kenaikan. Hal ini salah satunya disebabkan karena cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) bank naik.

Mahelan Prabantarikso, Direktur BTN bilang rasio efisiensi bank seperti BOPO dan CIR sampai kuartal III 2018 sebesar masing-masing 53,29% dan 84,43%. “Angka CIR dan BOPO ini naik 39bps dan 97bps secara tahunan atau year on year (yoy),” kata Mahelan kepada kontan.co.id, Selasa (6/11).

Kenaikan rasio efisiensi ini disebabkan karena penambahan biaya CKPN dalam rangka penerapan implementasi PSAK 71 pada 2020 mendatang. Pada tahun ini, BTN menargetkan CIR dan BOPO bisa kurang dari 51% dan 82%. Dengan target rasio efisiensi ini, coverage ratio BTN akan naik 618bps dari 46,19% di kuartal III 2018.

Sebagai gambaran perhitungan CIR diperoleh dari pembagian antara overhead cost dibagi dengan pendapatan bunga bersih ditambah fee based income. Sedangkan BOPO diperoleh dari biaya operasional yaitu biaya bunga dan biaya overhead cost) dibagi dengan pendapatan operasional (pendapatan bunga ditambah pendapatan operasional lainnya/ fee based income).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×