kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

CIMB Niaga: Wajar awal tahun DPK masih melambat


Minggu, 18 Maret 2018 / 13:58 WIB
ILUSTRASI. Bank CIMB Niaga


Reporter: Yoliawan H | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berdasarkan analisis uang beredar Bank Indonesia (BI) dana pihak ketiga (DPK) perbankan hanya tumbuh 8,5% year on year (yoy) menjadi Rp 5.106,0 triliun pada Januari 2018.

Menanggapi kondisi tersebut, Lani Darmawan, Direktur Bisnis Konsumer PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) melihat wajar saja DPK masih tumbuh melambat di Januari.

“Mungkin masih terlalu dini untuk melihat pertumbuhan setahun hanya dari dua bulan pertama,” ujar Lani kepada Kontan.co.id, Jumat (16/3).

Menurutnya, total DPK CIMB Niaga akan disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan kredit market dan bank. Itu dilakukan untuk memastikan biaya dana atau cost of fund (COF) bisa terjaga. Sehingga pihaknya bisa memberikan bunga pinjaman yang menarik.

Pihaknya masih akan fokus penghimpunan dana murah tabungan dan giro atau current account and savings account (CASA). “Kami menargetkan CASA tumbuh sekitar 12%-15% di tahun ini,” jelas Lani.

Sekadar informasi, berdasarkan laporan keuangan bank per Januari 2018, CIMB Niaga telah menghimpun DPK sebesar Rp 177,09 triliun, tumbuh 4,04% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 170,22 triliun. Dari jumlah itu, porsi CASA sebesar 57,50%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×