kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

CIMB Niaga: Wajar awal tahun DPK masih melambat


Minggu, 18 Maret 2018 / 13:58 WIB
ILUSTRASI. Bank CIMB Niaga


Reporter: Yoliawan H | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berdasarkan analisis uang beredar Bank Indonesia (BI) dana pihak ketiga (DPK) perbankan hanya tumbuh 8,5% year on year (yoy) menjadi Rp 5.106,0 triliun pada Januari 2018.

Menanggapi kondisi tersebut, Lani Darmawan, Direktur Bisnis Konsumer PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) melihat wajar saja DPK masih tumbuh melambat di Januari.

“Mungkin masih terlalu dini untuk melihat pertumbuhan setahun hanya dari dua bulan pertama,” ujar Lani kepada Kontan.co.id, Jumat (16/3).

Menurutnya, total DPK CIMB Niaga akan disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan kredit market dan bank. Itu dilakukan untuk memastikan biaya dana atau cost of fund (COF) bisa terjaga. Sehingga pihaknya bisa memberikan bunga pinjaman yang menarik.

Pihaknya masih akan fokus penghimpunan dana murah tabungan dan giro atau current account and savings account (CASA). “Kami menargetkan CASA tumbuh sekitar 12%-15% di tahun ini,” jelas Lani.

Sekadar informasi, berdasarkan laporan keuangan bank per Januari 2018, CIMB Niaga telah menghimpun DPK sebesar Rp 177,09 triliun, tumbuh 4,04% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 170,22 triliun. Dari jumlah itu, porsi CASA sebesar 57,50%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×