kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Citibank Indonesia Catatkan Laba Bersih Rp 1,4 Triliun di Tahun 2022


Senin, 17 April 2023 / 12:55 WIB
Citibank Indonesia Catatkan Laba Bersih Rp 1,4 Triliun di Tahun 2022
ILUSTRASI. CEO Citi Indonesia Batara Sianturi


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Citibank Indonesia mencatatkan kinerja positif di sepanjang tahun 2022, ini  terlihat dari laba bersih yang berhasil diraih perbankan tersebut sebesar Rp 1,4 triliun, meningkat 28% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi menyatakan bahwa pihaknya terus menunjukkan kinerja keuangan yang kuat di sepanjang tahun 2022 di tengah tantangan ekonomi global karena volatilitas yang tinggi, kenaikan suku bunga, dan perubahan tren pasar.

“Laba bersih meningkat 28% dan momentum bisnis serta kualitas aset membaik menjadi bukti atas ketahanan dan kemampuan kami untuk beradaptasi. Citi akan terus fokus untuk menjalankan strategi bisnis, mengelola risiko dengan bijak serta memberikan nilai bagi klien dan nasabah kami," ujarnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (17/4).

Batara menyebutkan, total aset Citi Indonesia pada tahun 2022 meningkat sebesar 15,4% secara year on year (YoY) menjadi Rp 98 triliun, terutama ditopang oleh kenaikan dana pihak ketiga (DPK), yang tumbuh sebesar 15,6%.

“Citi Indonesia terus menjaga likuiditas bank dan modal yang kokoh dengan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 27,5%,” terangnya.

Baca Juga: Ini Fokus UOB Indonesia dalam Akuisisi Bisnis Consumer Banking Citibank

Selain itu, lanjut Batara, pihaknya juga mencatatkan gross Non-Performing Loan (NPL) ke level 3% membaik dari tahun sebelumnya yang sebesar 3,29%.

“Kami yakin bahwa kualitas portofolio kredit kami tetap dalam kondisi baik dengan penerapan asas kehati-hatian dalam manajemen risiko untuk mengelola dampak dari pandemi. Selain itu, kami juga terus memastikan kecukupan pencadangan kerugian penurunan nilai kredit, dengan pencapaian rasio net NPL yang lebih rendah dari 0.46% menjadi 0.08% dengan periode yang sama tahun lalu.” imbuhnya.

Batara menjelaskan, di tahun 2022 jumlah kredit Institutional group mencapai Rp 30,7 triliun. Dikatakannya, Global Subsidiaries Group pun terus membukukan pertumbuhan baik dengan membukukan tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan (CAGR) sebesar 9,7% dalam empat tahun terakhir.

“Bisnis Treasury and Trade Solutions (TTS) kami juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan di tahun 2022. Volume pembayaran meningkat 55% untuk mata uang lokal dan 62% untuk mata uang asing, dengan total simpanan DPK meningkat 22% dan 14% di current account,” jelasnya.

Dia menambahkan, meningkatnya jumlah pemasok dan transaksi dari klien besar yang didukung oleh adanya platform digital untuk memudahkan proses transaksi antara pemasok dan pembeli juga mendorong pertumbuhan aset pembiayaan rantai pasok (Supply Chain Financing) sebesar 22% dengan omset tahunan mencapai lebih dari US$ 1 Miliar.

“Bersamaan dengan itu, penggunaan kartu kredit korporasi Citi juga mengalami peningkatan hingga 50%, seiring dengan dan aktivitas masyarakat yang berangsur normal pasca Covid-19,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×