Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) membeberkan sejumlah peluang dan tantangan yang bisa memengaruhi kinerja laba pada 2026.
Direktur Utama Clipan Finance Harjanto Tjitohardjojo mengatakan peluangnya berasal dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan kurang lebih 5% pada 2026.
Harjanto menilai peluang juga datang dari masih adanya permintaan pembiayaan kendaraan komersial dan produktif, serta program pemerintah untuk mendukung UMKM yang membuka peluang ekspansi segmen mikro.
"Ditambah, adanya tren elektrifikasi kendaraan, sehingga menciptakan segmen baru pembiayaan kendaraan listrik dengan margin lebih tinggi," katanya kepada Kontan, Kamis (22/1/2026).
Baca Juga: Marak Praktik Jual Beli Kendaraan Hanya dengan STNK, Ini Kata Clipan Finance
Sementara itu, Harjanto menyebut tantangan yang akan dihadapi adalah risiko kredit dari penurunan kualitas debitur di tengah tekanan inflasi, persaingan ketat dengan fintech dan bank digital yang menawarkan proses lebih cepat.
"Selain itu, adanya volatilitas nilai tukar rupiah yang dapat memengaruhi biaya pendanaan, serta ketidakpastian kondisi geopolitik global yang berdampak pada supply chain kendaraan," tuturnya.
Meskipun demikian, Clipan Finance tetap optimistis laba bersih akan tumbuh pada 2026. Harjanto menerangkan pihaknya akan menerapkan berbagai strategi untuk mendorong kinerja laba.
Strateginya, yaitu peluncuran produk yang inovatif, peningkatan proses yang lebih efisien dan efektif melalui teknologi, dan penguatan kemitraan dengan stakeholders strategis.
Terkait kinerja, Harjanto menyebut laba bersih perusahaan mengalami sedikit pelemahan pada akhir 2025, jika dibandingkan pencapaian pada 2024. Sayangnya, tak dibeberkan nilai yang dibukukan perusahaan.
Baca Juga: Clipan Finance Terapkan Strategi Ini Jaga NPF Tetap Terkendali
Harjanto hanya mengungkapkan pelemahan itu disebabkan oleh peningkatan cadangan kerugian penurunan nilai untuk mengantisipasi risiko kredit di tengah ketidakpastian ekonomi, dan investasi strategis dalam infrastruktur teknologi digital yang akan memberikan efisiensi jangka panjang.
Meskipun laba melemah, Harjanto menerangkan kinerja operasional Clipan Finance tetap solid dengan pertumbuhan aset produktif dan rasio Non Performing Loan (NPL) yang terjaga.
Dia meyakini bahwa langkah prudent yang dilakukan perusahaan akan memperkuat fondasi pertumbuhan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.
Jika menilik berdasarkan laporan keuangan perusahaan (unaudited), Clipan Finance membukukan laba bersih sebesar Rp 135,66 miliar per kuartal III-2025. Nilainya mengalami penurunan sebesar 15,56%, jika dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 160,66 miliar.
Selanjutnya: Prabowo Pamer Produksi MBG di WEF, Klaim Setara dengan Skala McDonald's
Menarik Dibaca: Promo Superindo Hari Ini 23-25 Januari 2026, Iga Potong-Cumi Fresh Harga Spesial
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Harjanto Tjitohardjojo
- fintech
- kendaraan listrik
- bank digital
- risiko kredit
- pembiayaan kendaraan listrik
- Ekonomi Indonesia
- CFIN
- Clipan Finance
- Proyeksi Laba 2026
- tantangan industri pembiayaan
- Laba Clipan Finance
- Kinerja Keuangan Clipan Finance
- Strategi Bisnis CFIN
- NPL Clipan Finance
- Geopolitik Supply Chain













