kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.147   50,00   0,28%
  • IDX 5.373   -66,16   -1,22%
  • KOMPAS100 696   -6,74   -0,96%
  • LQ45 542   -4,89   -0,89%
  • ISSI 183   -3,13   -1,68%
  • IDX30 304   -2,05   -0,67%
  • IDXHIDIV20 401   -1,94   -0,48%
  • IDX80 80   -0,68   -0,84%
  • IDXV30 111   -0,79   -0,70%
  • IDXQ30 101   -0,36   -0,35%

CNAF Telah Salurkan Pembiayaan Kendaraan Listrik dan Hybrid Rp 1,63 Triliun


Senin, 26 Oktober 2026 / 19:05 WIB
CNAF Telah Salurkan Pembiayaan Kendaraan Listrik dan Hybrid Rp 1,63 Triliun
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Belva Safina | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatat penyaluran pembiayaan baru segmen kendaraan ramah lingkungan senilai Rp 1,63 triliun hingga September 2026.

Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman mengatakan segmen ini mencakup kendaraan listrik dan hybrid berkontribusi sekitar 30% dari total penyaluran pembiayaan baru perusahaan.

Adapun CNAF mengedepankan pertumbuhan yang prudent lewat analisis potensi pasar dan prinsip kehati-hatian demi menjaga kualitas portofolio pembiayaan.

Baca Juga: Plafon Kredit Bank Mandiri ke Jhonlin Capai Rp 40 Triliun, Nilai Agunan Lebih Besar

Menurut Ristiawan, kenaikan itu menunjukkan segmen ini berpotensi terus berkembang seiring minat masyarakat pada mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Namun, ia menjelaskan perkembangan di tiap multifinance bisa berbeda, tergantung fokus bisnis, karakteristik pasar, dan strategi pengelolaan risiko masing-masing.

Soal porsi, ia menyebut kenaikan kontribusi terhadap total pembiayaan bergantung pada permintaan pasar dan strategi bisnis tiap perusahaan. Ristiawan menilai persaingan di segmen ini makin dinamis karena pilihan kendaraan semakin beragam dan penawaran perusahaan pembiayaan makin kompetitif.

Di tengah daya beli yang masih menantang, Ia menyampaikan konsumen cenderung lebih selektif menimbang harga kendaraan, besaran angsuran, kemudahan proses, dan biaya kepemilikan.

Lebih lanjut, Ristiawan menambahkan, persaingan tidak hanya ditentukan suku bunga atau angsuran yang kompetitif, tetapi juga layanan yang mudah, cepat, dan sesuai kebutuhan konsumen. Hal tersebut tetap perlu diimbangi prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang terukur.

Dalam menghadapi dinamika pasar, ia menilai perusahaan pembiayaan perlu menerapkan strategi yang adaptif dan selektif.

Ia menegaskan, bagi CNAF pertumbuhan pembiayaan harus diikuti dengan analisis risiko yang terukur dan pemantauan kualitas portofolio secara ketat dan berkelanjutan. 

"Kami melakukan pendekatan ini agar perusahaan dapat menangkap peluang pasar dengan tetap menjaga bisnis bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang," tegasnya.

Baca Juga: Buana Finance Kantongi Fasilitas Kredit Rp 500 Miliar dari Bank Danamon

Sebagai Informasi, Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK) mencatat pembiayaan kendaraan listrik oleh perusahaan pembiayaan tumbuh 34,67% secara tahunan per Agustus 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×