kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.099   75,00   0,44%
  • IDX 6.971   -18,40   -0,26%
  • KOMPAS100 958   -7,36   -0,76%
  • LQ45 702   -6,10   -0,86%
  • ISSI 250   -0,25   -0,10%
  • IDX30 382   -5,99   -1,54%
  • IDXHIDIV20 472   -9,70   -2,02%
  • IDX80 108   -0,78   -0,72%
  • IDXV30 130   -2,34   -1,76%
  • IDXQ30 124   -2,23   -1,77%

CNAF Ungkap Tantangan Penyaluran Pembiayaan Kendaraan Listrik 2026


Selasa, 07 April 2026 / 15:50 WIB
CNAF Ungkap Tantangan Penyaluran Pembiayaan Kendaraan Listrik 2026
ILUSTRASI. CNAF membeberkan tantangan pembiayaan kendaraan listrik 2026, termasuk harga naik dan resale value turun. Strategi jitu disiapkan. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) membeberkan sejumlah tantangan yang menghadang dalam menyalurkan pembiayaan kendaraan listrik pada 2026.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan tantangan untuk segmen kendaraan listrik, seperti harga kendaraan yang meningkat akibat insentif pajak yang dihapus oleh pemerintah, serta resale value atau penjualan kembali yang turun.

"Ditambah, segmen kendaraan listrik belum termasuk produk yang mass market," katanya kepada Kontan, Jumat (3/4/2026).

Lebih lanjut, Ristiawan mengatakan prospek pembiayaan kendaraan listrik masih menjanjikan dan menjadi salah satu penopang pertumbuhan bagi perusahaan multifinance pada tahun ini. Dia bilang hal itu didorong dengan ragam pilihan jenis kendaraan listrik yang makin beragam di pasar.

Baca Juga: DPR Kaji Hapus Pungutan OJK dari Industri, Ini Skema Penggantinya

"Selain itu, sudah mulai terbentuknya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya transportasi ramah lingkungan atau green mobility, sehingga demand untuk segmen kendaraan listrik sudah mulai terbentuk," ungkapnya.

Untuk mendorong kinerja pembiayaan kendaraan listrik, Ristiawan menyampaikan CNAF akan menerapkan strategi jitu. Salah satunya memperkuat kerja sama dan kolaborasi dengan mitra bisnis, baik dealer dan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), untuk memastikan ketersediaan unit kendaraan sesuai dengan permintaan nasabah.

Terkait kinerja, CNAF membukukan nilai pembiayaan mobil listrik sebesar Rp 1,86 triliun per Februari 2026. Nilainya meningkat 105% secara year on year (YoY).

Sebagai informasi, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja pembiayaan kendaraan listrik multifinance tumbuh secara signifikan.

Baca Juga: Pembiayaan Paylater Perusahaan Pembiayaan Tumbuh 53,53% per Februari 2026

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan pembiayaan kendaraan listrik multifinance mencapai Rp 21,05 triliun per Januari 2026.

"Nilainya tumbuh 39,13%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (5/3).

Agusman menyampaikan pertumbuhan signifikan itu didorong peningkatan penjualan kendaraan listrik. Dia juga memperkirakan pembiayaan kendaraan listrik multifinance akan tetap tumbuh positif pada 2026, sejalan tren elektrifikasi kendaraan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×