kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.015   32,00   0,18%
  • IDX 6.174   -22,50   -0,36%
  • KOMPAS100 806   -5,49   -0,68%
  • LQ45 611   -3,58   -0,58%
  • ISSI 214   -0,55   -0,26%
  • IDX30 344   -2,04   -0,59%
  • IDXHIDIV20 426   -2,92   -0,68%
  • IDX80 92   -0,59   -0,64%
  • IDXV30 116   -0,54   -0,46%
  • IDXQ30 110   -0,86   -0,78%

Dana kelolaan BNI Emerald berkontribusi 40% ke DPK


Selasa, 05 Februari 2013 / 18:59 WIB
ILUSTRASI. Suasana vaksin Covid1-19 di Bogor, Jawa Barat. KONTAN/BAihaki


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa |

JAKARTA. Duit nasabah kaya di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ternyata berkontribusi cukup besar bagi likuiditas bank khususnya Dana Pihak Ketiga (DPK).

Executive Vice President Customer Management & Marketing Management Purnomo B. Soetadi menghitung, bahwa kontribusi dana kelolaan nasabah Emerald BNI berkontribusi 40% terhadap keseluruhan DPK.

Total dana kelola dari nasabah Emerald mencapai Rp 23 triliun pada tahun 2012. Ini bertumbuh 21% dibanding tahun sebelumnya, yakni Rp 18 triliun. Kemudian tahun ini, BNI menargetkan dana kelola naik 21%-25% menjadi sekitar Rp 28 triliun.

Purnomo mengatakan, hingga akhir 2012 terdapat 13 ribu nasabah Emerald. Sebagian besar berada di Jakarta, karena memang alaminya nasabah-nasabah kaya ini terkonsentrasi di kota-kota besar. "Tapi ada juga di Tahuna, daerah terluar dekat Filipina. Kemudian di Temanggung banyak," sebutnya.

Saldo minimum yang harus dimiliki untuk menjadi nasabah Emerald yaitu Rp 1 miliar. Ini lebih tinggi dibandingkan produk prioritas bank-bank lain yaitu Rp 500 juta. Purnomo menyebut, rata-rata saldo nasabah Emerald per 2012 yaitu Rp 2,1 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×