Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada tiga bulan pertama tahun ini lebih didorong oleh dana nasabah korporasi, khususnya pada giro dan deposito.
Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie mengatakan, pertumbuhan tersebut didasarkan pada model bisnis banknya yang memang berfokus pada pendanaan institusi dan korporasi.
Kunardy mencatat, pada awal tahun ini, DPK dari segmen wholesale tumbuh sampai 13,39% secara tahunan atau year-on-year (yoy). Sedangkan, pertumbuhan DPK dari segmen ritel justru terkontraksi.
Baca Juga: KB Bank Akui Kredit Konsumer Tumbuh Lebih Moderat di Awal Tahun 2026
Menurutnya, perbedaan pertumbuhan itu terjadi karena likuiditas korporasi KB Bank terus terjaga dengan solid. Sementara, likuiditas nasabah ritel semakin tergerus karena adanya aktivitas makan tabungan.
"Likuiditas korporasi masih terjaga kuat, didukung oleh arus kas perusahaan yang solid pada awal 2026, sehingga mendorong penempatan dana di perbankan, khususnya pada giro dan deposito korporasi," kata Kunardy kepada Kontan.
Ke depannya, Kunardy menyebut strategi KB Bank tetap difokuskan pada penguatan pendanaan wholesale. Bank akan menawarkan suku bunga simpanan yang kompetitif untuk memacu pertumbuhan lebih tinggi.
Secara industri, Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan pertumbuhan DPK perbankan pada Maret 2026 sebesar 10,7% yoy. Angka itu naik dari Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,2% yoy.
Baca Juga: BNI Tambah Modal Inti Lewat Penerbitan AT-1 Sebesar US$ 700 Juta pada April 2026
Dari sisi segmen nasabah, DPK korporasi masih menjadi penopang utama pertumbuhan simpanan bank. Pada Maret 2026, DPK korporasi tumbuh sebesar 18,8% yoy, sementara DPK perorangan hanya naik 2,4% yoy.
Berdasarkan jenis produknya, pertumbuhan simpanan korporasi paling besar terjadi pada giro yang tumbuh 23,5% yoy. Selain itu, tabungan korporasi juga naik 23,3% yoy, sedangkan simpanan berjangka korporasi tumbuh 11,7% yoy
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











