Reporter: Ade Priyatin | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA menargetkan pertumbuhan aset yang selaras dengan kondisi pasar pada tahun 2026.
Sebagai informasi, per akhir 2025, Dapen BCA telah membukukan aset sebesar Rp6,11 triliun dengan pertumbuhan tahunan sebesar 3,61%.
Berkaca dari pencapaian itu, Direktur Utama Dapen BCA, Budi Sutrisno menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah menjaga keseimbangan imbal hasil dan risiko.
Di sisi lain, mereka juga menargetkan pertumbuhan aset yang selaras dengan kondisi pasar.
"Kami melakukan penyesuaian alokasi aset secara berkala sesuai kondisi pasar, mengoptimalkan instrumen pendapatan tetap yang menarik, serta tetap selektif pada penempatan di saham," ujarnya kepada Kontan, Senin (30/3/26).
Baca Juga: Mencermati Peluang Usaha dari Profesi Tenaga Pemasar Asuransi
Menurutnya, pencapaian target tersebut sangat bergantung pada kondisi stabilitas pasar dan optimalisasi hasil investasi.
Karena itu, Budi menyampaikan bahwa perusahaan menjalankan bisnis dengan prinsip kehati-hatian serta berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang. Ia juga menekankan akan fokus pada pengelolaan risiko dan likuiditas.
Hal itu dilakukan guna memastikan kewajiban pembayaran manfaat tetap aman, tanpa harus mengambil risiko yang berlebihan.
Di sisi lain, dinamika kepesertaan juga turut memengaruhi pertumbuhan aset, terutama terkait kepesertaan yang berdampak pada arus keluar dana karena memasuki masa pensiun atau berhenti bekerja.
Adapun terkait penambahan jumlah peserta dana pensiun (dapen), Budi menjelaskan untuk Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK), pertumbuhan peserta cenderung bersifat organik mengikuti kebijakan dan jumlah karyawan dari pendiri.
Sementara untuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), akan ada sejumlah langkah proaktif yang dilakukan untuk menggaet peserta.
Baca Juga: Mencermati Peluang Usaha dari Profesi Tenaga Pemasar Asuransi
Di antaranya melalui peningkatan literasi masyarakat terkait pentingnya perencanaan pensiun, penyediaan produk yang fleksibel sesuai kebutuhan berbagai segmen, dan memperluas kerja sama dengan perusahaan maupun individu.
Selain itu, pemanfaatan kanal distribusi digital juga menjadi salah satu kunci untuk menjangkau peserta lebih luas sekaligus meningkatkan kemudahan akses terhadap program dapen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













