kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.807.000   -30.000   -1,06%
  • USD/IDR 17.017   26,00   0,15%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%

Dapen BCA Cetak Aset Rp 6,11 Triliun di 2025, Cek Strategi Jaga Pertumbuhan di 2026


Senin, 30 Maret 2026 / 14:24 WIB
Dapen BCA Cetak Aset Rp 6,11 Triliun di 2025, Cek Strategi Jaga Pertumbuhan di 2026
ILUSTRASI. Dana pensiun cetak pembukukan aset sebesar Rp 6,11 triliun


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA menargetkan pertumbuhan aset yang selaras dengan kondisi pasar pada tahun 2026.

Sebagai informasi, per akhir 2025, Dapen BCA telah membukukan aset sebesar Rp6,11 triliun dengan pertumbuhan tahunan sebesar 3,61%.

Berkaca dari pencapaian itu, Direktur Utama Dapen BCA, Budi Sutrisno menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah menjaga keseimbangan imbal hasil dan risiko.

Di sisi lain, mereka juga menargetkan pertumbuhan aset yang selaras dengan kondisi pasar.

"Kami melakukan penyesuaian alokasi aset secara berkala sesuai kondisi pasar, mengoptimalkan instrumen pendapatan tetap yang menarik, serta tetap selektif pada penempatan di saham," ujarnya kepada Kontan, Senin (30/3/26).

Baca Juga: Mencermati Peluang Usaha dari Profesi Tenaga Pemasar Asuransi

Menurutnya, pencapaian target tersebut sangat bergantung pada kondisi stabilitas pasar dan optimalisasi hasil investasi.

Karena itu, Budi menyampaikan bahwa perusahaan menjalankan bisnis dengan prinsip kehati-hatian serta berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang. Ia juga menekankan akan fokus pada pengelolaan risiko dan likuiditas.

Hal itu dilakukan guna memastikan kewajiban pembayaran manfaat tetap aman, tanpa harus mengambil risiko yang berlebihan.

Di sisi lain, dinamika kepesertaan juga turut memengaruhi pertumbuhan aset, terutama terkait kepesertaan yang berdampak pada arus keluar dana karena memasuki masa pensiun atau berhenti bekerja.

Adapun terkait penambahan jumlah peserta dana pensiun (dapen), Budi menjelaskan untuk Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK), pertumbuhan peserta cenderung bersifat organik mengikuti kebijakan dan jumlah karyawan dari pendiri.

Sementara untuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), akan ada sejumlah langkah proaktif yang dilakukan untuk menggaet peserta. 

Baca Juga: Mencermati Peluang Usaha dari Profesi Tenaga Pemasar Asuransi

Di antaranya melalui peningkatan literasi masyarakat terkait pentingnya perencanaan pensiun, penyediaan produk yang fleksibel sesuai kebutuhan berbagai segmen, dan memperluas kerja sama dengan perusahaan maupun individu.

Selain itu, pemanfaatan kanal distribusi digital juga menjadi  salah satu kunci untuk menjangkau peserta lebih luas sekaligus meningkatkan kemudahan akses terhadap program dapen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×