kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Great Eastern General Sebut Program PLTS 100 GWp Bisa Menjadi Peluang Besar


Kamis, 27 Agustus 2026 / 17:43 WIB
Great Eastern General Sebut Program PLTS 100 GWp Bisa Menjadi Peluang Besar
ILUSTRASI. Direktur GEGI Linggawati Tok (KONTAN/Ivanka Rahmana)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah resmi meluncurkan program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt peak (GWp) pada Selasa (25/8/2026). Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2029. Adapun potensi investasi yang disebut mencapai sekitar US$ 71,3 miliar atau sekitar Rp 1.140 triliun.

Mengenai hal itu, PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) menilai program pengembangan PLTS hingga 100 GWp menjadi peluang besar bagi industri asuransi nasional.

Marketing Director Great Eastern General Insurance Indonesia Linggawati Tok mengatakan besarnya nilai investasi dan kompleksitas proyek menciptakan kebutuhan perlindungan risiko yang luas, mulai dari tahap pembangunan hingga operasional. 

"Dengan demikian, berpotensi menjadi sumber pertumbuhan bisnis baru bagi industri asuransi umum," ujarnya kepada Kontan, Kamis (27/8).

Baca Juga: Panin Bank Telah Gunakan Seluruh Dana Penerbitan Obligasi Sebanyak Rp 550 Miliar

Linggawati menyebut pada fase konstruksi, perlindungan dapat diberikan melalui Construction All Risks (CAR) dan Erection All Risks (EAR) untuk menjamin risiko selama pembangunan, pemasangan, dan commissioning. Selain itu, dia bilang marine cargo insurance juga berperan melindungi pengiriman panel surya, inverter, transformator, dan komponen lainnya yang umumnya didatangkan dari berbagai lokasi.

Linggawati mengatakan ketika PLTS mulai beroperasi, kebutuhan perlindungan berlanjut melalui property insurance, machinery breakdown, dan business interruption untuk menjaga keberlangsungan aset maupun pendapatan jika terjadi gangguan operasional. Dia menyebut Third Party Liability (TPL) menjadi penting untuk mengantisipasi potensi tuntutan pihak ketiga. 

"Dengan spektrum risiko yang luas tersebut, sektor energi terbarukan diperkirakan akan menjadi salah satu pasar yang paling menjanjikan bagi industri asuransi dalam beberapa tahun ke depan," ucap Linggawati.

Sementara itu, Linggawati menyampaikan ada sejumlah tantangan yang dihadapi dalam menggarap proyek PLTS. Dia bilang tantangan utama dalam pengembangan proyek PLTS terletak pada aspek kualitas instalasi, pemeliharaan, dan pengelolaan risiko teknis.

"Selain itu, faktor lingkungan, seperti petir, banjir, angin kencang, serta kondisi struktur bangunan untuk PLTS atap juga menjadi perhatian penting dalam proses underwriting,"

Linggawati menyebut tantangan lainnya, yakni ketersediaan data historis dan pengalaman klaim yang masih terbatas membuat penilaian risiko sektor energi terbarukan memerlukan kehati-hatian lebih tinggi dibandingkan sektor yang sudah matang.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, GEGI membukukan premi bruto sebesar 523,37 miliar per Juli 2026. Adapun klaim bruto perusahaan sebesar Rp 445,81 miliar.  

Baca Juga: Laju Laba Perbankan Melambat, Kesehatan Kinerja Jadi Prioritas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×