kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.926   56,00   0,31%
  • IDX 5.734   -86,70   -1,49%
  • KOMPAS100 742   -10,10   -1,34%
  • LQ45 565   -7,66   -1,34%
  • ISSI 198   -2,98   -1,48%
  • IDX30 321   -4,38   -1,35%
  • IDXHIDIV20 396   -5,40   -1,35%
  • IDX80 84   -1,22   -1,42%
  • IDXV30 107   -1,11   -1,02%
  • IDXQ30 104   -1,19   -1,13%

Digital banking makin marak, bagaimana nasib kantor cabang dan para karyawannya?


Senin, 06 Juli 2020 / 18:09 WIB
ILUSTRASI. Penggunaan aplikasi perbankan digital.


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

Pasalnya, BCA memandang dengan semakin banyak produk digital yang diluncurkan, maka spektrum bisnisnya akan semakin luas. Dengan demikian, di era digital ini karyawan bakal dituntut untuk menyelesaikan masalah yang tidak dapat ditangani secara digital. 

Adapun, bila melihat dari sisi kantor cabang saat ini fungsi kantor fisik memang sudah berkurang. Hasilnya, tidak banyak bank yang masih ngotot untuk membuka kantor cabang baru ke depan. 

Baca Juga: Walau selektif, BCA Finance mulai kerek pembiayaan baru mulai Juli 2020

Direktur PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Adi Sulistyowati mengatakan, pihaknya malah memilih untuk mengkonversi bank konvensional menjadi cabang digital. 

"Tahapan awal kami mendorong nasabah transaksi ke e-channel kita dengan pararel kami akan men-shifting fungsi customer service dan teller ke mesin," ungkapnya kepada Kontan.co.id, Minggu (5/7). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×