kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Dua investor melirik Bank Mutiara


Jumat, 08 Februari 2013 / 11:18 WIB
ILUSTRASI. Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/9/2021). IHSG hari ini Senin (4/10) diprediksi melemah, analis beri rekomendasi saham. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Divestasi PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) terus berlanjut. Direktur Utama Danareksa Sekuritas Marciano Herman menyampaikan perkembangannya bahwa saat ini ada dua investor yang berminat membeli bank eks Century itu.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai pemilik terbesar juga menyatakan masih membuka kesempatan bagi investor untuk mengakuisisi bank tersebut.

"Ada dua investor yang berminat, tapi masih sebatas minat saja, belum menyampaikan surat resmi," kata Marciano saat konferensi pers di kantor LPS Jakarta, Kamis (7/2).

Di tahun 2013, LPS telah membuka penjualan saham Bank Mutiara tahap ketiga. Namun LPS masih memberikan kesempatan bagi investor untuk menyatakan minatnya hingga 15 Mei 2013 mendatang. Sampai saat ini, pihak penasihat keuangan (Danareksa Sekuritas) telah melakukan roadshow ke kawasan Asia, Timur Tengah hingga Australia untuk menjajakan Mutiara.

"Kami tetap menjualnya seharga Rp 6,7 triliun sesuai dengan penyertaan modal sementara," tambahnya.

Menurut Marciano, harga jual Bank Mutiara tersebut tidak terlalu kemahalan. Sebab ada nilai lebih untuk bisa mengakuisisi bank tersebut. "Sesuai dengan aturan terbaru Bank Indonesia (BI), pemilik Bank Mutiara nantinya bisa memiliki bank tersebut selama 20 tahun tanpa harus ada divestasi," tambahnya.

Hal ini juga sekaligus membantah anggapan bahwa nilai buku Bank Mutiara hanya Rp 1,38 triliun. Jika harga jual Bank Mutiara Rp 6,7 triliun, ini berarti sekitar 4,8 kali dari harga nilai bukunya. Nilai buku tersebut bisa sama seperti nilai buku Bank Central Asia (BCA).

"Kami tidak kesulitan untuk menjual bank tersebut, karena bank ini nantinya memiliki privilege khusus dari BI, yaitu bisa memegang saham hingga 20 tahun, tanpa harus divestasi," tambahnya.  (Didik Purwanto/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×